Siapa yang tidak asing melihat brand dengan logo berupa gambar bebek tapi namanya Ayam Goreng Nelongso? Ayam Goreng Nelongso terkenal di kalangan mahasiswa karena harganya yang bersahabat tapi rasanya bermartabat alias enak.
Ayam Goreng Nelongso berdiri sejak Februari 2013. Kini outletnya sudah 70 dan tersebar di Indonesia. Kesuksesan yang didapat pemiliknya ternyata tidak selamanya mulus. Bahkan beliau pun harus merasakan nelangsa atau sengsara.
Nanang Suherman, Seorang yang Memiliki Mindset Wirausaha
Pria kelahiran Probolinggo ini memang memiliki jiwa bisnis sejak remaja. Setelah lulus SMA, beliau memiliki tekad yang kuat untuk melanjutkan Pendidikan. Sayangnya, pada saat itu Ibunya memiliki keterbatasan finansial. Namun, beliau tetap gigih ingin berkuliah hingga menjadi mahasiswa di salah satu universitas swasta di Malang. Naas, baru satu semester, Ibunya tidak bisa membiayai kuliah. Hingga beliau bertekad untuk mencari pekerjaan sembari kuliah.
Mulai dari Loper Koran Hingga Pengepul Berakhir dengan…..
2005 silam di perempatan lampu merah, ia tidak malu menawarkan koran. Bahkan, saudara yang bertemu dengannya pun membalikkan badan tapi tidak membuatnya berhenti berjualan. 3 bulan kemudia ia pun memiliki tiga orang karyawan. Mindset yang dimiliki Nanang Suherman,
“Setiap yang dijalankan walau kecil harus tumbuh berkembang.”
Baru berjalan sukses usaha koran miliknya selalu jadi sasaran Satpol PP hingga akhirnya ia menutup bisnis loper korannya. Ia pun memulai usaha makelar mobil hingga memiliki showroom mobil bekas, berjualan computer hingga memiliki toko sendiri, pengepul besi karena terinspirasi oleh keluarganya. Namun, bisnisnya kembali gagal selalu. Apakah itu membuatnya berhenti menjadi pengusaha? Tidak.
Tugas Manusia adalah Berusaha, Allah Menentukan
Kalimat yang tampak klise tapi itulah yang terjadi pada kehidupan Nanang Setiawan. Setelah mengalami jatuh bangun bisnis, ia diminta oleh Ibunya untuk menikah. Agar ia mampu mengontrol keuangan bisnisnya.
Setelah menikah, ia kembali berbisnis. Kali ini ia dan istri berbisnis biji plastik dan melakukan ekspor. Kembali bisnisnya gagal. Bahkan, ia dan istri harus pindah ke pom bensin satu dan lain untuk tidur karena tidak memiliki uang untuk membayar kontrakan. Sang istri tidak mengizinkannya kembali untuk bekerja kantoran. Istrinya percaya bahwa suaminya akan sukses menjadi pengusaha. Berbekal sisa dari gaji istri, ia pun membuka usaha lalaban.
Apa yang Bisa Kamu Pelajari untuk Jadi Pengusaha dari Perjuangan Pendiri Ayam Goreng Nelongso?
Nanang Suherman berhasil mengubah modal dari Rp500 ribu menjadi omset ratusan juta rupiah. Selain kerja keras ada banyak hal positif yang bisa kamu ikuti dan semoga membawa kesuksesan untuk hidup dan bisnis yang dijalankan.
- Hindari Memiliki Modal dengan Berhutang
Setiap orang memiliki prinsip hidup berbeda-beda. Dulu saat memulai usaha ekspor biji plastik, Nanang melakukan pinjaman untuk modal usaha. Selain itu, gaya hidupnya pun tak jauh dari kredit. Hal ini membuat usahanya dililit hutang hingga 1,7M. Akhirnya, ia memberikan semua asetnya ke bank dan memulai usaha dari nol. Ia menyarankan “Kamu boleh mengambil pinjaman tapi hindari keras untuk modal usaha.”
- Keberuntungan itu datang dengan kesempatan
Jalan Tuhan membawa umatnya ke dalam kesuksesan itu berbeda-beda. Setelah gerobaknya dicuri orang. Membuat Mas Nanang menemukan cara lain untuk berani pindah ke tempat lain yakni Pujasera di Jl Soekarno Hatta, ia mulai memberi brand Griya Bebek dan Ayam Goreng Mas Nanang. Usaha di Pujaseranya ramai tapi terjadi pergusuran. Hingga akhirnya ia pindah toko tepat di seberangnya. Ia membuka tokonya selama 24 jam karena pada saat itu masih jarang.
Tak berselang lama Desember 2014, tokonya tersebut kebakaran. Tak bersisa hanya saja tinggal banner tokonya. Perlahan tokonya kembali dibangun dan beroperasional. Ayam Goreng Nelongso pun viral.
- Mengikuti Tren dan Gaya Hidup
Saat pandemik, usaha Ayam Goreng Nelongso tidak meredup. Mereka malah menambah outletnya. Hal ini dilakukan karena Ia bersama timnya jeli melihat tren yang terjadi pada target marketnya. Menurutnya tasteseseorang itu selalu berubah, jadi kalua usaha makanan harus mengikuti. Contohnya sekarang trend makanan Korea sedang marak. Jadi tim membuat ayam dengan rasa pedas, asam, dan keju.
- Lakukan ATM
Saat pandemi seperti ini kita bisa melakukan ATM (Amati, Tiru, Murahin). Tak hanya murah saja tapi berikan juga value. Setelah melakukan ATM, fokuslah pada target market.
- Memiliki Visi dan Misi yang Terukur
Visi dari Ayam Goreng Nelongso yakni mampu bersaing dengan perusahaan kuliner saat ini, dapat menjadi inspirasi generasi anak muda dan membantu perekonomian masyarakat.
Memiliki visi membuat ia mampu berpikir besar tapi tetap terukur. Terukur dengan kemampuannya dan kualitas produk usaha yang dimiliki. Sehingga berani untuk melakukan ekspansi ke luar kota.
Kerja keras memang selalu membuahkan hasil ya. Jika belum berarti memang belum waktunya. Walau klise, tetap bersabar dan berusaha. Biar Tuhan yang membawamu pada kesuksesan.