Salah satu bisnis dengan resiko besar yakni budidaya ikan lele. Namun, budidaya ikan lele menyita perhatian masyarakat dua tahun belakangan ini. Pasalnya budidaya lele dapat dilakukan di rumah tanpa harus memiliki kolam tanah yang besar.
Ikan lele banyak diminati karena harganya yang ekonomis, tapi memiliki kandungan protein yang tinggi. Selain digoreng, ikan lele pun dapat diolah menjadi berbagai jenis olahan makanan seperti keripik, nugget, atau abon. Sehingga permintaan masyarakat tergolong tinggi.
Langkah Awal Budidaya Ikan Lele
Meskipun budidaya ikan lele tergolong mudah untuk meminimalisir kerugian, kamu dapat melakukan budidaya ikan lele mulai dari:
- Mempelajari jenis-jenis ikan lele
Ada banyak jenis ikan lele untuk dibudidayakan, tetapi kamu dapat memilih jenis ikan lee berkualitas unggul.
-
- Lele Sangkuriang
Lele ini diakui berkualitas unggul oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan. Lele ini memiliki warna putih kekuningan pada perutnya dan hitam kehijauan pada punggungnya.
-
- Lele Phyton
Lele jenis ini termasuk memiliki tingkat kelangsunga hidup yang tinggi dan mudah beradaptasi di segala cuaca. Ukurannya lumayan besar, memiliki kepala pipih yang berwarna cerah dan memanjang.
-
- Lele Dumbo
Sesuai dengan Namanya lele ini tergolong besar. Memiliki ciri khas dengan warna coklat kehitaman dan bercak-bercak putih. Ukuran misainya pun lebih Panjang dibandingkan ikan lele lokal.
- Pemilihan kolam
Jika kamu memiliki lahan tanah yang luas, kolam tanah bisa dipilih karena dapat menyerap amoniak (zat berbahaya yang sering menyebabkan kematian pada ikan). Namun, jika memiliki lahan yang terbatas, kolam terpal pun bisa menjadi alternatif kolam lele yang mudah dan praktis. Kekurangannya, kamu harus rutin mengecek kualitas air. Kolam yang hampir sama dengan terpal yakni fiber. Daya tahannya lebih lama, tapi memakan ruang yang besar. Ada juga kolam bulat atau bioflok, kelebihannya lebih hemat pakan, tetapi cenderung mahal karena ada tambahan biaya listrik untuk menambah kadar oksigen.
- Jangan asal memasukkan air
Meskipun lele dapat bertahan dengan berbagai jenis air. Ikan lele harus berada dalam air dengan PH yang netral atau berada pada kisaran 7 – 8.
-
- Saat akan memasukkan air, endapkan terlebih dulu 5 – 7 hari. Lalu masukkan daun papaya atau kulit nanas agar mendapatkan PH netral.
- Untuk air PDAM, waktu pengendapan lebih lama sekitar 2 minggu.
- Jangan langsung mengisi air kolam secara penuh karena lele harus tetap beradaptasi. Saat awal bisa diisi 6 – 10 cm, setelah diendapkan perlahan bisa diisi penuh.
- Jika air sudah berwarna kecoklatan dan menimbulkan busa di permukaan. Tkamunya air sudah pada kondisi asam. kamu dapat mengurangi air 70% – 80% kemudian ditambah dengan air baru.
- Memilih pakan yang tepat
Umumnya ikan lele diberikan makan 3 kali sehari yaitu 7 pagi, 5 sore, dan 10 malam. Ikan lele harus diberikan nutrisi yang baik untuk mempercepat pertumbuhannya. Pakan lele terbagi menjadi dua yaitu konvensional dan alternatif.
-
- Pakan konvensional, yaitu pelet mudah ditemukan di toko-toko khusus hewan. Kandungan nutrisinya pun sudah terukur tetapi biaya pakan hingga panen tergolong mahal.
- Pakan alternatif, tergolong hemat sehingga keuntungan budidaya lele bisa tinggi. Namun, harus lebih seleksi dalam memilihnya. Beberapa pakan alternatif yang dapat dicoba di antaranya : daging giling, telur akhir, sosis bs, roti bs, kornet, ikan runcah, fermentasi ampas tahu, eceng gondok, cacing, hingga belatung lalat.
- Pilih bibit lele yang sehat
Jangan asal murah dan bergerak lantas kamu mengambilnya. Ada beberapa hal yang harus diperhatikan di antaranya:
-
- Gerakannya gesit, sulit ditangkap, warna kulit mengkilap, dan bebas cacat.
- Cara lainnya, masukkan bibit lele ke dalam wadah, jika pergerakannya melawan arus, tergolong bibit bagus.
- Ukuran bibit lele umumunya 6 – 7 cm atau 7 – 8 cm. Jangan pilih bibit lele yang terlalu kecil dan usahakan ukurannya seragam untuk menghindari lele yang berukuran besar memangsa yang masih kecil.
- Pembudidaya memiliki sertifikat CPIB (Cara Pembenihan Ikan yang Baik) jika ada, dapat dipastikan bahwa induk dan bibit ikan lele ini baik.
Modal dan Profit Usaha Ternak Ikan Lele
Untuk awal, mari kita coba dengan budidaya 1000 bibit ikan lele dengan ukuran 6 – 7 mm. Untuk kolam menggunakan terpal ukuran 1 x 2 meter. Untuk pakan menggunakan pelet selama 2,5 bulan.
- Bibit ikan lele = Rp300.000
- Kolam Terpal = Rp85.000
Biaya pakan :
- Pakan -1 = Rp264.000 (20 kg) diberikan dari 0 hingga 3 minggu
- Pakan -2 = Rp396.000 (30 kg) diberikan dari 4 hingga 6 minggu
- Pakan -3 = Rp396.000 (30 kg) diberikan dari 7 hingga panen
Total Modal = Rp1.441.000
Perkiraan resiko karena kematian 10% : 1.000 – 100 = 900 ekor
Ikan lele 1 kg (6 – 10 ekor) : 900/10 = 90 kg
Harga 1 kg = Rp28.000
Omset penjualan dari 90 kg = Rp2.520.000
Profit = Rp2.520.000 – Rp1.441.000 = Rp1.079.000
Jika keuntungan ingin lebih besar, kamu dapat mengganti pakan dengan yang alternatif. Bagaimana, tertarik untuk budidaya ikan lele?