Apa yang kamu lakukan diusia muda berkisar usia 15 tahun atau awal masuk SMA? Apakah hanya fokus belajar sambil menikmati pergaulan di usia muda? Ada hal berbeda yang dilakukan Bagas Alimpad Panggrahita Purwateksa. Pria asal Kediri yang lahir pada 1997 ini harus terlilit hutang hingga 1,3 milyar.
Berkat mental pemenang yang dimilikinya, ia mampu melunasi utang itu hanya dalam waktu tiga tahun. Ia pun berhasil membuat produk dan sukses di pasaran.
Siapa Saya Sekarang adalah Siapa Saya Kemarin
Bagas Alimpad meyakini bahwa kesuksesan yang ia dapat sekarang tidak akan terjadi jika ia tidak mencari solusi atas masalahnya yang terjadi.
“Gak mungkin di titik ini, kalau dulu gak bangkrut dan gak dikejar-kejar oleh investor.” Tutur Bagas
Bagas Alimpad adalah sosok pemuda yang mampu mengubah pandangan masalah yang yang terlihat duka menjadi suka. Awal masuk SMA, ia memulai usaha menjadi reseller dari berbagai keripik, dari bisnis itu ia memiliki banyak pengalaman mulai dari mengenal karakter dan mengelola suatu bisnis. Sayangnya, setelah memiliki 100 downline, ia baru tau bahwa MLM yang diikuti tidak legal.
Ia pun memulai kembali bisnis dengan money game. Setelah mendapatkan kepercayaan dari berbagai investor dan return yang tinggi. 14 Agustus 2015 ia mengalami masalah, website dari money game tersebut ternyata scam atau penipuan. Ia pun kembali kehilangan moral dan moril. Dan dituntut harus mengembalikan uang tanpa batas waktu yang ditentukan.
Usaha Keripik Merupakan Solusi Kehidupan dan Bisnisnya
Ia bangkit dan mulai mencari ide bisnis. Ia membuat keripik FCK Jamur Crispy bekerjasama dengan temannya. Jamurnya sendiri ia dapat dari saudaranya yang memiliki usaha jamur tiram. Bagas sadar penjualannya akan meningkat jika berkolaborasi dengan public figure atau artis yang memudahkan menarik perhatian konsumen.
Sejak 2016 ia memulai bekerjasama dengan public figure atau artis hingga sekarang. Ia membuat berbagai jenis keripik, membuat brand dan packaging yang disesuaikan dengan persona dari public figure atau artis yang bekerjasama.
- Valentino Jebret Simajuntak : Jebret Snack
- Ricky Harun : Kirun Makarun
- Dewa Eka Prayoga : Sang Dewa
- Saptari Sugiarto, Pegiat Anti Riba : Jalu atau Jamur Lunas, Sugih atau Usus Nagih
- Ada pula brand yang tanpa tokoh : Jamur grak, Mushroom time, Kjam atau Keripik Jamur Tiram, Si Eaten.
Penjualan kripiknya berhasil menembus pasar ekspor. Produknya laris di luar negeri seperti Malaysia, Singapura, China, Hongkong. Pun begitu di lokal pun, pasukan resellernya pun menyebar di berbagai kota dan bisa didapatkan di ritel-ritel ternama. Penjualannya pun bisa mencapai 7000 hingga 10.000 perbulan.
“Alhamdulillah, hutang pun bisa benar-benar lunas tahun 2018. Sudah tidak dihantui lagi dengan yang Namanya jatuh tempo.” canda Bagas.
Tips Memiliki Usaha yang Sukses dari Bagas Alimpad, Sang Dewa Keripik
- Jangan fokus pada Ujian tapi Fokus pada Solusi
Hindari mental pecundang. Apa saja ciri-ciri mental pecundang?
-
- Mengeluh
- Menyalahkan keadaan
- Menyalahkan Tuhan atau orang lain
Jika orang terlalu fokus pada ujian ia cenderung akan menyalahkan dibandingkan mencari solusi. Misalkan jika mengalami ujian kebangkrutan. Kita harus mulai mencari solusi untuk mendapatkan dana. Lakukanlah breakdown;
-
- Total harta ada berapa? Ada berapa aset, harta, tabungan, anggota tubuh juga adalah harta. Jika tidak bisa menjadi solusi, cari cara lain.
- Berapa pemasukkan yang dimiliki dan berasal dari mana? Jika punya rumah tapi tidak bisa dijual karena milik orang tua. Tapi masih memiliki ahan yang kosong seperti taman atau garasi, kita bisa maksimalkan untuk membuka usaha atau ladang mencari uang.
- Adakah teman atau saudara yang memiliki dana berlebih? Lakukan silaturrahim, coba bicarakan, mungkin bisa bersinergi. Hal ini yang dilakukan Bagas hingga akhirnya bekerjasama dengan saudaranya yang memiliki usaha jamur tiram.
- Masuk Komunitas
Bertemu dengan banyak orang dari berbagai kalangan, akan membuka wawasan kita. Menambah ilmu dan pertemanan. Ide-ide pun semakin mudah didapatkan. Tips saat masuk komunitas;
-
- Saat bertemu dengan orang berikan kesan positif.
- Tidak ada pikiran negatif saat bertemu dengan orang
- Ambil peran dan bermanfaatlah, jangan hanya jadi penonton
- Lakukan Inovasi
Membangun reseller berawal dari pengalaman yang lalu. Hingga akhirnya memiliki pasukan reseller yang banyak. Dengarkan dan rangkul reseller, permintaan pasar juga bisa didapatkan dari ide-ide reseller.
Setelah mengetahui cerita sukses dari Bagas Alimpad membuat kamu jadi termotivasi, bukan? Semangatnya yang selalu positif bisa menular ke kita yang membacanya. Yuk, mulai cari solusi dari masalahmu dan bangkit!