Ingatkah kamu saat pandemic Covid19 melanda Indonesia, ada satu bisnis yang tetap bertahan. Keberadaannya pun tetap diburu oleh semua orang. Ya, bisnis tersebut adalah toko kelontong. Keberadaan toko kelontong akan selalu menjadi usaha yang banyak peminatnya dari waktu ke waktu.
Buka toko kelontong pun tidak perlu dituntut harus lulusan kuliah. Siapapun bisa membukanya. Asalkan ada modal dan tempat usaha.
Apa itu Toko Kelontong?
Toko kelontong sering disebut juga dengan warung kelontong atau warung sembako. Kini warung kelontong sudah difasilitasi oleh Perusahaan besar yang ingin re-branding menjadi toko kelontong yang modern dan etalasenya menarik.
Umumnya barang-barang yang dijual di warung kelontong berupa makanan-makanan kecil, alat-alat dan kebutuhan mandi, kebutuhan masak, hingga ada juga yang menyediakan makanan pokok seperti beras, sayuran hingga buah-buahan.
Kelemahan dan Keunggulan Membuka Warung Kelontong
Warung kelontong memiliki prospek yang baik dan modal yang terjangkau. Maka tak heran, jika dalam satu wilayah akan ada lebih dari satu penjual warung kelontong. Untuk memenangkan persaingan ini, kamu bisa melakukan cara dengan memberikan harga yang bersaing. Meskipun selisih harga lebih rendah Rp500 dan pelayanannya baik, toko kelontong kamu akan menjadi favorit.
Meskipun ada kekurangan, membuka usaha toko kelontong memiliki banyak keunggulan lho, di antaranya:
- Pangsa Pasar Selalu Ada
Toko kelontong bukanlah usaha musiman. Produk yang dijual pun dibutuhkan oleh konsumen dan digunakan sehari-sehari. Sehingga permintaan produk akan selalu ada.
- Modal Fleksibel
Jika modal masih kecil, kamu bisa membatasi misalkan hanya menjual beberapa kategori produk yang perputarannya cepat seperti cemilan ataupun sembako. Baru jika modal sudah besar, kamu bisa menjual beragam jenis produk.
- Hemat Biaya Tempat
Membuka warung kelontong bisa di depan rumah dengan bermodalkan etalase, warung kelontong pun jadi. Sehingga kamu bisa menggunakan modal sewa lokasi untuk membeli atau menambah produk yang akan dijual.
Tips Membuka Toko Kelontong untuk Pemula
- Menjadi Mitra
Jika kamu masih bingung untuk menentukan produk apa saja yang laris untuk dijual. Dan menginginkan pemasaran yang efektif, kamu bisa mendaftar menjadi mitra perusahaan retail yang sudah besar seperti Lotte. Dengan modal kurang dari 10 juta kamu sudah bisa berjualan dan branding sebagai mitra dari Lotte Mart. Atau kamu juga bisa mengikuti program dari Sampoerna Retail Community. Sehingga kamu akan terus didampingi untuk pengembangan usaha warung kelontong masa kini.
- Melakukan Strategi O2O
Strategi O2O yakni Online-to-Offline dimana konsumen bisa melakukan pembelian dan pembayaran secara online. Kamu tidak harus membangun sistem ini, akan lebih mudah jika kamu bekerjasama dengan e-commerce, perusahaan retail, aplikasi pemesanan makanan yang sudah menyediakan konsep O2O untuk toko kelontong.
- Lakukan Promo atau Diskon
Toko kelontong juga bisa melakukan promo agar konsumen tertarik untuk berbelanja; agar konsumen terus melakukan pembelian ke warung kelontong kamu. Maka dari itu, kamu bisa mencoba membuat promo dengan tujuan tertentu. Dan jangan lupa media promonya ya!
- Pelayanan yang Ramah dan Jujur
Senyum, sapa, salam harus selalu ada tidak melihat besar atau kecilnya suatu bisnis. Apalagi, jika usaha yang dijalankan bertemu langsung dengan konsumen. Salah satu faktor yang membuat konsumen terus melakukan pembelian ke satu tempat terkadang bukan hanya produk, harga tapi melihat juga pelayanan dari penjual. Pun begitu dengan kejujuran ya, pastikan ukuran dan harga yang dicantumkan sesuai.
- Manajemen Keuangan dan Barang yang Baik
Toko kelontong memang memiliki margin keuntungan yang sedikit. Namun, meskipun sedikit, produk yang dijual banyak dan perputarannya cepat. Maka dari itu, dibandingkan menghitung stok dan omset secara manual, kamu bisa membeli sistem untuk mengelola keuangan dan stok barang. Sehingga kamu tahu, barang mana saja yang laku atau tidak , barang yang masa kadaluarsanya sebentar lagi dan dapat menyetok barang yang cukup banyak untuk produk tertentu.
- Survey Kebutuhan Target Market
Jika lokasi kamu berada di dekat perkantoran, kamu bisa menyediakan barang-barang yang kemungkinan dibutuhkan oleh para pekerja. Misalkan alat tulis, makanan untuk sarapan atau cemilan. Selain itu, jika lokasi toko kelontong berada di sekitaran rumah, kamu bisa bertanya langsung, produk apa yang sering habis. Dengan melakukan survey, perputaran modalnya akan cepat dan kamu mengetahui modal yang dibutuhkan untuk membuka warung kelontong.
- Dekorasi dan Etalase yang Menarik
Setelah membeli produk-produk yang akan dijual, kamu bisa mulai menata etalase atau gondola. Kamu bisa mulai mengkategorikan produk-produk dan Menyusun berdasar tanggal kadaluarsa. Agar lebih menarik, kamu bisa mengecat tembok dan juga memberikan ornament sesuai dengan hari acara besar tertentu.
Itulah beberapa trik agar usaha toko kelontong kamu bisa terus laris manis. Agar usaha toko kelontong kamu terus ada, lebih baik hindari konsumen yang ingin ‘kasbon’ atau membayar kemudian hari. Hal seperti itu bisa membuat modal tidak berputar dan menyebabkan lambat laun produk yang terjual habis.