Tahukah kamu siapa content creator terbaik di tahun 2021? Jawabannya ternyata, pencetus jargon ‘Ashiap’, Atta Halilintar.
Belum lama ini Forbes Indonesia merilis daftar 10 Digital Content Creator 2021. Selain Atta, berikut sejumlah content creator yang masuk dalam daftar Forbes Indonesia.
- Atta Halilintar/@attahalilintar
- Bintang Emon/@bintangemon
- David Brendi/@gadgetins
- Helmy Yahya/@helmyyahya
- Jess No Limit/@jessnolimit
- KUY Entertainment/@kuyentertainment @gadiiing @raffinagita1717 @gelaelized @aialbar
- Raditya Dika/@raditya_dika
- Tahilalats/@tahilalats
- Tasya Farasya/@tasyafarasya
- Weird Genius/@weird.genius @ekagustiwana @_geraldgerald_ @ybrap
Profesi sebagai penyedia jasa content creator semakin berkembang belakangan. Entah karena pandemi di mana hampir sebagian besar waktu dihabiskan dengan bermain gawai dan media sosial, atau pengaruh digitalisasi dan dunia media sosial yang terus tumbuh dan berkembang.
Sociabuzz, sebuah perusahaan teknologi yang bergerak di bidang influencer marketing mencatat, selama pandemi Covid-19 di tahun 2020 saja, pendaftaran content creator di platformnya meningkat hingga tiga kali lipat.
Content creator sudah menjadi pekerjaan dengan penghasilan yang amat menggiurkan. Sebut deh si ‘Ashiap’, Atta Halilintar. Jumlah subscriber kanal YouTubenya sudah mencapai sekitar 28,5 juta dengan penghasilan mencapai 9.000-144.300 dolar AS per bulan, jika dikonversi ke rupiah setara Rp128 juta sampai Rp2 miliar per bulan.
Tapi Atta bukan yang terkaya, mengacu data Social Blade pada Oktober 2021, Master Deddy Corbuzier menjadi content creator terkaya dengan penghasilan dari YouTube sebesar 26.600-426.300 dolar AS per bulan atau jika dikonversi sekitar Rp378 juta sampai Rp6 miliar per bulan.
Ya gimana nggak kaya raya, studi membuktikan, lebih dari 80 persen pengguna internet di Indonesia menghabiskan waktunya untuk menonton konten video. Lalu pada gelombang pandemi awal di 2020, social media engagement meningkat 61 persen. Lalu, pengguna TikTok meningkat 20 persen pada 2020 dengan rata-rata menonton lebih dari 100 video dan membuka TikTok lima kali sehari.
Jadi kebayang kan, betapa content creator memegang peran penting dalam bisnis khususnya bisnis online. Secara global setidaknya ada lebih dari 50 juta content creator lho.
Sekarang, content creator, buzzer, influencer, selebram, berperan penting dalam pembuatan keputusan kita sehari-hari. Apa yang ingin dimakan, dengan siapa kita bergaul, mau beli produk fashion apa, referensinya ya dari para content creator.
Berkembangnya dunia content creator juga bisa dimanfaatkan sebagai peluang untuk mengembangkan bisnis secara direct to consumer atau D2C. Tapi sebelum jauh ke sana, yuk kita kupas satu-persatu tentang pekerjaan bernama content creator, dan apa bedanya dengan influencer, serta bagaimana content creator bekerja untuk membangun brand atau bisnis.
Siapa sih Content creator Itu?
Mereka yang bekerja membuat berbagai materi baik berupa tulisan, gambar, video, suara, atau gabungan dari dua atau lebih materi. Biasanya konten yang dibuat akan dimuat di platform digital seperti YouTube, Instagram, Snapchat, WordPress, dan lainnya. Topiknya pun beragam, dari soal fashion, kecantikan, kuliner, sampai konten yang isinya kegiatan sehari-hari.
Lalu siapa itu influencer?
LummoSHOP merangkum beberapa pengertian influencer.
Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI):
Sebenarnya belum ada padanan kata influencer, namun yang paling mendekati ialah pemengaruh. Dalam KBBI, pemengaruh berarti orang yang menggunakan media sosial untuk mempromosikan atau merekomendasikan sesuatu.
Cambridge Advanced Learner’s Dictionary&Thesaurus:
Seseorang yang memengaruhi atau mengubah cara orang lain berperilaku. Influencer ialah orang yang dibayar perusahaan untuk menunjukkan dan menjelaskan produk dan layanan di media sosial sehingga mendorong orang lain untuk membeli.
Apa bedanya content creator dan influencer?
Perbandingan berikut semoga memudahkan kamu untuk membedakan content creator dan influencer.
Content Creator |
Influencer |
Membuat konten untuk blog dan platform media sosial seperti YouTube, TikTok, Instagram, dan lainnya. | Individu populer yang berbagi konten di media sosial atau platform lain untuk mempromosikan merek atau gaya hidup tertentu. |
Mengembangkan strategi pemasaran konten. Termasuk topik, penelitian kata kunci, penargetan audiens, rencana media sosial, dan pemasaran digital lain. | Tujuan utama memengaruhi penonton, meningkatkan keterlibatan pengikut. Biasanya imbalan berupa uang atau produk gratis. |
Platform pendukung: WordPress, alat penelitian topik SEMrush, Grammarly untuk mengecek kesalahan ketik, Audacity untuk mengedit audio. |
Platform pendukung: media sosial, Canva, Tweetdeck, Sprout Social untuk penjadwalan posting dan analitik. |
Nah, penghasilan content creator itu dari mana?
- Kesepakatan dengan merek
Sekitar 77 persen content creator pendapatan utamanya dari kesepakatan dengan merek. Mayoritas content creator atau sebanyak 72 persen menjadikan Instagram sebagai saluran utama, 13 persen TikTok, dan 9 persen YouTube. - Bagi hasil iklan
Persentase pendapatan bagi hasil iklan ini biasanya angkanya disepakati kedua belah pihak sebelum kontrak dimulai. Fakta menariknya, sepanjang 2020 sampai 2021, ada peningkatan sebanyak 8,5 persen content creator memilih bagi hasil iklan sebagai sumber pendapatan tertinggi.
- Mendirikan bisnis
Beberapa content creator mendirikan bisnis direct to consumer sendiri. Content creator menganggap sebagai membuka bisnis D2C sebagai bagian dari evolusi yang lebih mapan. Contoh nih, Atta Halilintar yang membuka bisnis fashion berlabel AHHA.
Penasaran ya berapa jumlah penghasilan dari content creator? Kalau menurut survei Influencer Marketing Hub ini dia rata-rata penghasilan content creator per tahun:
- 34 persen penghasilan kurang dari 20.000 dolar AS.
- 23 persen antara 20.0000-50.000 dolar AS.
- 20 persen antara 100.000-500.000 dolar AS.
- 21 persen antara 100.000-500.000 dolar AS
- 0,53 persen atau kurang dari 1 persen menghasilkan lebih dari 1 juta dolar AS.
Apa harus menggunakan content creator untuk mendongkrak bisnismu?
Beberapa alasan ini semoga bisa jadi pertimbanganmu:
- Konten dagangan direct to consumer yang bagus akan mempengaruhi minat membeli. Dengan bantuan content creator, kamu bisa menampilkan konsistensi dalam branding. Apalagi content creator bisa menerjemahkan pesan dari produk kamu secara unik.
- Content creator bisa membantumu menampilkan konten yang relevan dan bermanfaat sehingga pelanggan percaya. Konten mesti bisa menjelaskan keunggulan produk atau jasa bisnis kamu.
- Content creator bisa membantumu merencanakan strategis pemasaran. Ingat ya, konten pemasaran nggak cuma harus menarik dan mengandung identitas dari brand kamu, tapi juga harus diproduksi secara konsisten.
Apa yang harus dilakukan jika ingin bekerja sama dengan content creator atau influencer?
- Petakan strategi
Kamu petakan dulu nih: anggaranmu berapa, berapa lama jangka waktu kampanye berlangsung, dan platform apa yang mau kamu gunakan. Soal platform ini tentu menyesuaikan dengan target pasar bisnis online D2C kamu ya. Jangan lupa, tentukan juga, promosi yang mau dilakukan hanya produk atau layanan tertentu atau bisnis kamu secara keseluruhan. Ini bakal menentukan aktivitas kampanye apa saja yang mau dilakukan. Apakah pakai brand ambassador atau influencer tertentu, atau hanya melalui media sosial. - Tentukan KPI (Key Performance Indicator)
Intinya sih, kamu tentukan juga indikator apa saja yang menjadi penentu keberhasilan kampanyemu. Apakah jumlah exposure, awareness, penambahan followers di media sosial, bahkan sampai peningkatan jumlah penjualan. - Temukan content creator atau influencer
Sebelum menentukan pilihan, jangan lupa pantau anggaranmu. Memilih influencer yang tepat bisa dilakukan dengan social media monitoring. Google alerts, atau terapkan alert untuk keyword yang berkaitan dengan brand kamu. - Kolaborasi konten
Ajak influencer atau content creator mengalami sendiri produk atau layanan yang kamu tawarkan, beri kesan terbaik yang membuat mereka tak berhenti membicarakannya. Inspirasi ini nanti akan tersampaikan ke target pasar kamu. Sediakan siaran pers, waktu untuk wawancara, dan semua hal yang bisa membantu influencer, selebgram, atau content creator untuk membuat konten yang menarik.
Content creator bisa menjadi solusi untuk mendongkrak bisnis D2C kamu agar lebih ramai dan mendulang keuntungannya. Content creator memberimu jalan untuk menjangkau konsumen baru. Apalagi di bisnis online, di mana konsumenmu tak bisa memegang dan merasakan langsung produk atau jasa yang kamu tawarkan. Semoga kamu berjodoh dengan content creator dan influencer yang tepat.