Umumnya orang membuka suatu usaha untuk mendapatkan keuntungan semata. Tak sedikit, karena semua dilandaskan dari materi, bisnis pun berhenti di tengah jalan hingga gulung tikar. Faktanya, bisnis tidak hanya berbicara mengenai untung semata ataupun mengejar kesenangan dunia. Masih banyak para pelaku usaha yang masih memegang teguh bahwa bisnis harus diiringi juga dengan manfaat bagi orang sekitar. Bisnis bukan hanya berbicara keuntungan. Adalah Rian Saepul Nazar atau yang biasa disapa dengan Kang Nazar yang menjalankan usaha Sentra Aqiqah bersama rekan-rekannya dan mencoba memegang prinsip bisnis itu harus bermanfaat bagi umat.
Meyakinkan Visi kepada Orang Tersayang
Tidak semua orang mampu keluar dari zona nyaman. Pun begitu dengan Rian Saepul Nazar yang awalnya sudah bekerja di Perusahaan Multinasional. Pendapatan tetap tiap bulannya tidak akan menjadi hambatan untuk ekonomi keluarga. Kesulitan di awal saat fokus mengembangkan bisnis adalah meyakinkan pasangan dan juga orang tua. Bahwa usaha yang dijalankan akan berdampak baik. Berapapun besar dan kecilnya pendapatan kelak, haruslah diterima. Namun, hal itu bisa dilewatkan dan tersampaikan dengan baik kepada keluarganya.
Kelak Perusahaan ini Akan Kami Wakafkan
Rian Saepul Nazar atau biasa disapa dengan Kang Nazar bersama teman-teman seperjuangan di antaranya Bapak Wiwid, Bapak Andi dan Bapak Arif bercita-cita untuk membuat corporate.
“Saya dan rekan-rekan sudah berniat atau berkomitmen bahwa PT. Indifa Multi Niaga bukanlah perusahaan keluarga atau pribadi. Hal ini ditakutkan, saat para pendiri sudah wafat terjadi perebutan regenerasi,” tutur Kang Nazar.
Sentra Aqiqah bersama 29 brand lainnya berada dalam naungan PT. Indifa Multi Niaga. 2014 lalu, Kang Rian bersama rekannya mendirikan Domba Aqiqah. Kemudian 2015 berubah nama menjadi Sentra Aqiqah dengan harapan merek tersebut menjadi doa.
“Kami menjalankan suatu bisnis yang didalamnya terdapat syiar agama. Maka dari itu, saat kami para pendirinya sudah tidak ada. Harapannya, bisa tetap bermanfaat bagi kepentingan umat,”ungkapnya.
Menjadikan suatu usaha sebagai wakaf produktif memanglah tidak mudah. Namun jika dilakukan melahirkan investasi kebaikan bagi para pendirinya.
Kisah Bisnis Sahabat Nabi Menjadi Inspirasinya
Berbeda pendapat sebagai para pendiri sudah menjadi cerita umum. Akan tetapi, jika ego atau kepentingan pribadi sudah di puncak, visi Perusahaan itulah yang harus diingat dan ditanamkan kembali.
“Setelah diwakafkan, harta yang ada dalam rekening perusahaan bisa terus bermanfaat hingga ribuan tahun layaknya cerita sahabat Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wassalam, Utsman Bin Affan yang hingga kini bermanfaat bagi Umat” ungkap Rian Nazar.
Akan Selalu Ada Ujian dari Allah Ta’Ala
Saat sudah mantap untuk mendirikan usaha apalagi jika di dalamnya ada syiar agama. Akan selalu ada ujian untuk dihadapi, semata-mata Allah SWT menguji diri terkait dengan komitmen dan bagaimana tanggung jawab yang dimiliki.
Hal itu pun pernah dialami Rian Nazar saat awal mendirikan Sentra Aqiqah dimana perusahaan pernah tertipu hingga puluhan juta rupiah untuk transaksi jual beli domba.
Rian Nazar pun belajar terus dari dari kesalahan dan memperbaiki kualitas. Hingga kini PT. Indifa Multi Niaga memiliki 30 brand. Pun begitu dengan Sentra Aqiqah yang memiliki mitra dan agen se-Pulau Jawa.
Jangan Terlalu Berpacu Pada Hal Teknis
Sebagai bentuk rasa syukur, setiap pembelian satu ekor domba di Sentra Aqiqah akan dipotong biaya Rp50.000 untuk disalurkan ke dhuafa. Setiap akhir bulan akan diakumulasikan bagaimanapun kondisi keuangan perusahaan.
“Selain doa orang tua, istri, kita tidak tahu doa mana yang menembus langit. Mungkin salah satunya adalah doa-doa dari anak yatim atau piatu yang kami santuni,” ungkapnya.
Ia pun menegaskan sebagai muslim saat berbisnis hal terpenting adalah tauhid, “konsumen datang ke kita, bukan karena baiknya diri kita. Bukan pula karena strategi marketing. Bukan pula mahal atau murahnya produk. Itu semua karena takdir Allah yang menggerakan hatinya,” pungkas Rian Syaiful Nazar.
Tugas kamu sebagai manusia adalah ikhtiar atau memantaskan diri. Dasarnya rezeki sudah Allah yang mengatur.