Salah satu cara mendapat uang dengan cepat adalah dengan investasi saham. Ini merupakan salah satu cara yang semakin masyarakat gemari. Untung yang akan kamu dapatkan dari investasi saham pun lebih besar jika kamu bandingkan dengan menabung. Bunga bank atau bunga deposito cenderung tidak sebanyak keuntungan yang kamu dapat dari investasi saham. Bahkan, deposito sering kena potong juga biaya administrasi.
Bila Kamu ingin mendapat uang dengan cara cepat dan tidak punya banyak waktu untuk mengurusnya, investasi saham bisa jadi pilihan. Saham mudah kamu beli dan kamu jual lagi kalau Kamu rasa tidak sreg lagi. Sebelum melakukan investasi saham, ketahui dulu seluk beluknya agar tidak salah kaprah.
Apa itu Saham?
Saham adalah bukti kepemilikan perusahaan yang jadi alat investasi. Untuk bisa memiliki satu perusahaan, Kamu cukup dengan membeli saham perusahaan itu.
Sebuah perusahaan menjual saham pada publik atau masyarakat luas untuk menambah aset pada masa depan. Bila perusahaan berkembang pesat maka nilai saham perusahaan itu juga akan naik.
Bursa Efek Indonesia (BEI) mendefinisikan saham sebagai tanda penyertaan modal seseorang atau badan usaha dalam perusahaan atau perseroan terbatas.
Apa itu Investasi Saham?
Investasi saham bisa kamu definisikan sebagai kegiatan penanaman modal demi mendapat untung pada masa depan. Cara menanamkan modal ini bisa kamu lakukan dengan berbagai cara, salah satunya adalah lewat saham.
Investasi saham adalah kegiatan menanamkan modal yang dananya dialokasikan dalam saham. Ketika seseorang memiliki sebagian saham satu perusahaan, maka investor tersebut punya klaim (hak) atas pendapatan, aset dan bisa hadir dalam RUPS (Rapat Umum Pemegang Saham).
Cara Kerja Investasi Saham
Jika kamu bandingkan dengan investasi lain seperti menabung, emas, reksadana atau obligasi, investasi saham keuntungan atau return-nya paling besar. Kamu lebih cepat dapat uang kamu bandingkan dengan bentuk investasi lainnya. Karena itu juga orang sering menganggap dengan investasi saham Kamu cepat kaya.
Namun, sebenarnya tidak begitu juga. Kalau kamu salah beli saham perusahaan atau tidak bisa membaca trend saham, Kamu malah bisa rugi. Investasi saham sangat berisiko tinggi.
Karena itu sebelum berinvestasi saham Kamu perlu paham dulu seluk beluk saham dan seperti apa cara kerjanya,
Hitungan Sederhana Investasi Saham
Menurut aturan BEI, minimum membeli saham adalah 1 lot yang setara dengan 100 lembar saham. Sebagai gambaran, kalau harga saham perusahaan X Rp 4000 maka Kamu harus menyiapkan budget sekitar Rp 400 ribu.
Dalam investasi saham ada dua jenis keuntungan yang bisa kamu dapatkan yaitu Capital Gain dan Dividen
Capital Gain adalah keuntungan dari selisih harga beli saham dan harga jual saham. Selisih ini kamu dapatkan karena ada perubahan naik turunnya harga saham di bursa efek. Perubahan naik turun saham sangat dipengaruhi oleh banyak faktor.
Ketika kamu memutuskan investasi saham, kamu perlu belajar soal seluk beluk perusahan yang sahamnya mau kamu beli agar bisa dapat Capital Gain yang bear.
Sementara Dividen adalah pembagian laba keuntungan pemilik saham yang diberikan oleh perusahaan. Jumlah divide dipengaruhi oleh kuantitas saham yang dimiliki investor (dalam Kamu sebagai investor saham).
-
Perhitungan Capital Gain
Harga satu lembar saham setiap saat berubah-ubah. Misalnya waktu Kamu beli pada tahun 2021 harga satu lembar saham perusahaan X Rp 4000 bisa jadi pada tahun 2022 satu lembarnya Rp 4500. Ini artinya kamu sudah dapat untung atau Capital Gain.
Keuntungan yang didapat adalah: Harga jual – harga beli x (jumlah lembar saham yang Kamu punya)
Rp 4500 -Rp 4000 x (100) = Rp 50.000
-
Perhitungan keuntungan Dividen
Misalnya sebuah perusahan punya total saham sebanyak 5 juta lembar dan pada akhir tahun mereka membukukan keuntungan sebanyak 1.000.000.000
Setiap perusahaan punya aturan dalam DPR (rasio pembayaran dividen) berbeda-beda. Katakan saja, perusahaan X menetapkan DPR sebanyak 30% dari laba bersih yang akan dibagikan sebagai dividen.
Maka hitungan dividen yang Kamu dapat sebagai pemilik saham:
Dividen = laba bersih x DPR yang artinya 1.000.000 x 30% = Rp 300.000.000
Dividen per lembar saham = dividen/ saham yang beredar. Maka Rp 300.000.000/5.000.000 = Rp 60/lembar saham.
Kalau Kamu beli 1 lot, maka dividen yang Kamu dapat adalah Rp 60 x 100 = Rp 6000
Jenis-Jenis Saham
Jenis saham dibagi atas beberapa kriteria berdasarkan karakter masing-masing.
-
Saham dari segi kemampuan dalam hak tagih atau klaim
-
-
Biasa (Common Stock)
-
Adalah saham yang kamu lihat dari klaim atau hak tagihnya. Jenis ini paling sering dipilih investor dan saham yang sering ditransaksikan.
Kalau Kamu punya saham jenis ini bisa mendapatkan keuntungan seperti dividen, hak suara dalam RUPS (Rapat Umum Pemegan Saham) dan hasil jual aset kalau perusahaan bangkurt.
-
-
saham Preferen
-
Ini adalah jenis saham gabungan antara saham biasa dan obligasi. Mirip saham biasa tapi beda dalam pada tingkat suku bunga dari keuntungan yang didapat.
-
Jenis saham berdasarkan cara pengalihan
Saham jenis ini terbagi dua yaitu:
-
-
Atas Unjuk (Bearer Stock)
-
Adalah saham yang kepemilikannya tidak tertulis dalam lembar kertas jadi mudah berpindah tangan. Jenis model ini kamu buat agar mudah diperjualbelikan.
-
-
Saham Atas Nama (Registered Stock)
-
Yaitu saham yang bukti kepemilikan saham tertulis di surat berharga. Bila kamu inginkan harus lewat prosedur hukum.
-
Saham berdasarkan kinerja pedagangan
-
-
Blue Chip Stock
-
Jenis saham yang perusahaan dengan reputasi baik keluarkan. Mereka mengeluarkan saham blue chip karena reputasi petinggi perusahaan ,punya penghasilan yang stabil dan konsisten dalam bagi hasil. Saham jenis ini banyak investor incar.
-
-
Income Stock
-
Jenis saham unggulan yang selalu membayar dividen atau laba lebih besar dan kamu banding dengan rata-rata dividen periode sebelumnya. Biasanya saham jenis ini punya peningkat pendapatan yang baik tiap periode.
-
-
Growth Stock
-
Jenis saham yang pertumbuhan pemasukan perusahaan tinggi. Tipe ini terbagi dua yaitu well-known dan lesser-known. Well-known adalah saham yang berasal dari perusahaan petinggi satu industri. Sedangkan Lesser-known berasal dari perusahaan kurang populer.
-
-
Speculative Stock
-
Ini adalah jenis saham dengan keuntungan tinggi tapi tidak dalam memberikan laba secara konsisten. Jenis saham ini cocok bagi investor yang berani ambil risiko tinggi.
-
-
Counter Cyclical Stocks
-
Ini adalah jenis saham yang memiliki kondisi paling stabil saat ekonomi bergejok. Saham tidak terpengaruh kondisi ekonomi dan bisnis.
Keuntungan investasi Saham
- Mendapatkan Capital Gain
Salah satu keuntungan investasi saham adalah mendapat Capital Gain dari lembaran saham yang Kamu miliki. Semakin banyak lembaran saham yang Kamu beli, semakin besar kesempatan meraih Capital Gain.
- Mendapat Dividen Saham
Selain dapat Capital Gain, Kamu bisa mendapatkan pembagian dividen sesuai dengan jumlah lembaran saham yang Kamu miliki.
- Fleksibel
Cara memperoleh saham sangat gampang dan bisa kamu sesuaikan dengan budget kan. Kamu juga tidak perlu repot mengurusnya. Kalau kamu merasa sudah tidak tertarik dengan saham itu, bisa kamu jual lagi.
- Tabungan jangka panjang
Bila Kamu memilih saham perusahaan yang tepat, nilai saham setiap tahun perusahaan tiap tahun selalu meningkat. Semakin lama kamu memiliki saham tersebut, semakin besar kemungkinan kamu dapat keuntungan.