Dalam membuat sebuah produk atau bisnis, kamu akan membutuhkan brand image. Brand image ini akan selalu berdampingan dengan branding. Sudahkah kamu mengenal istilah brand image?
Apa yang kamu pikirkan ketika mendengar OLX? Atau produk kosmetik Wardah? OLX sudah dikenal sebagai e-commerce jual beli barang bekas. Sedangkan Wardah dikenal sebagai kosmetik halal dan aman.
Jadi Apa itu Brand Image?
Brand image atau citra merek merupakan persepsi atau kesan yang didapatkan dari konsumen terhadap brand.
Sebagai pemilik bisnis, kamu tidak bisa memaksa konsumen untuk merasakan, mendengar, atau melihat sesuatu terhadap brand kita. Namun, kamu bisa menggiring atau mengkonsep citra atau image sesuai yang diharapkan. Sehingga konsumen akan melihat, mendengar, dan merasakan sesuai dengan harapan kamu terhadap brand.
Dalam membentuk brand image dibutuhkan sebuah proses dan berbagai cara, mulai dari:
- Brand identity contoh logo, media sosial, berbagai design media, packaging
- Brand ambassador
- Promosi produk
- Interaksi antar konsumen atau admin social media dengan followers
- Kualitas produk
Hal yang harus kamu cermati, ketika melakukan promosi online dan offline atau memiliki toko online dan offline. Jangan sampai brand image di kedua tempat ini berbeda.
Melalui media sosial atau brand ambassador citra brand akan terbentuk. Saat konsumen berinteraksi melalui store, booth, atau chat dengan admin; citra brand tersebut harus tetap terbentuk.
Bagaimana Cara Membentuk Brand Image?
Brand image yang terbentuk tentunya haruslah yang positif. Jangan sampai, kamu melibatkan hal yang viral tapi bersifat negatif karena akan lebih sulit untuk memperbaiki image.
Untuk menciptakan brand image yang positif, kamu bisa melakukan dua cara di bawah ini:
- Menganalogikan brand sebagai orang
Untuk menentukan karakter atau persona yang ingin ditonjolkan, kamu bisa membayangkan produk atau bisnis kamu adalah orang.
-
- Apa kelebihan dan kekurangannya?
- Bagaimana dia orangnya?
Dengan membuat gambaran seperti di atas, kamu bisa tahu citra atau brand image apa yang dingin dirasakan, dilihat, didengar oleh konsumen.
- Pelajari Kompetitor
Jika produk kamu adalah kosmetik. Sudah banyak sekali kosmetik yang menunjukan citra brand islami karena produknya diklaim halal. Maka dari itu, kamu bisa melihat sisi lain kelebihan dari produk kamu untuk menciptakan citra brand agar tidak sama dengan kompetitor.
- Bentuk Engagement dengan Konsumen
Setelah membentuk brand image yang tepat. Tugas kamu adalah memahami karakter segmen maket. Bagaimana caranya semua aktivitas marketing bisa berhubungan atau related dengan konsumen. Hingga akhirnya konsumen berkata “gue banget nih!“.
Jika sudah terlontar kalimat seperti itu, membentuk ikatan dengan konsumen akan mudah. Ctra brand berdampak hingga membentuk konsumen yang loyal.
Bagaimana Cara Memperbaiki Brand Image?
Brand image terkadang rusak oleh influencer, selebgram atau brand ambassador jika mereka terkena kasus atau kejayaannya sudah meredup. Bisa juga citra brand rusak karena kesalahan dari admin media sosialnya yang salah membalas komentar atau membuat konten.
Contoh kasus yang terjadi di Indonesia misalkan brand roti ternama yang tidak mengizinkan rotinya dijual di acara tertentu atau komplain dari customer yang heboh di media sosia dan langsung ditanggapi oleh manager wilayang langsung.
Untuk memperbaiki citra brand yang telah rusak, kamu mulai dari tahap awal lagi di antaranya:
- Lakukan CSR
CSR (Corporate Social Responsibility) yakni kegiatan atau program yang diberikan untuk masyarakat di suatu daerah tertentu sebagai bentuk tanggung jawab. CSR sangat efektif membentuk atau meningkatkan citra brand. Programnya kamu bisa sesuaikan dengan citra yang atau citra brand yang ingin dilihat oleh konsumen.
- Menjadi Sponsorship
Salah satu cara adalah menjadi sponsorship kegiatan. Selain meningkatkan citra brand juga meningkatkan eksposur akan brand. Bentuk sponsorship berbeda-beda tergantung acara yang diselenggarakan bisa berupa produk, fresh money atau dana, liputan, atau keduanya yakni produk dan dana. Hanya saja, kamu harus selektif dalam memilih acara yang sesuai dengan citra brand.
- Seleksi Influencer atau Brand Ambassador
Untuk memperbaiki citra brand, kamu bisa kembali atau memulai dengan mencari influencer atau brand ambassador yang sesuai dengan citra perusahaan atau brand. Pelajari terlebih dulu track record dari sosok influencer atau brand ambassador tersebut.
- Media Sosial
Melalui media sosial mempermudahkan brand untuk meningkatkan kepercayaan dan kredibilitas. Apalagi dengan tanda centang biru, umumnya konsumen akan lebih percaya jika sebuah akun sudah memiliki jumlah pengikut yang cukup masif.
- Content dan Video Marketing
Aktivitas CSR, sponsorship dan foto produk atau kegiatan influencer dengan produk bisa kamu kemas dalam bentuk konten foto dan video. Tentunya dengan copywriting yang powerfull agar konsumen kembali percaya dengan brand image yang dibentuk.
Membentuk citra brand memang bukanlah hal yang mudah. Citra brand pun tidak bisa langsung mendatangkan sales. Namun dengan citra brand yang baik, kamu bisa menciptakan konsumen yang loyal.