Pertumbuhan e-commerce di Indonesia bergerak sangat pesat. Melansir dari McKinsey, menyatakan bahwa lima tahun ke depan, nilai pasar e-commerce di Indonesia kemungkinan dapat mencapai US$40 miliar. Tidak heran jika semua pebisnis kini berlomba untuk menguasai pasar e-commerce.
Sebetulnya pasar e-commerce dapat dibagi menjadi dua, yaitu platform e-commerce dan social commerce. Lantas apa bedanya? Padahal keduanya sama-sama sebuah tempat digital untuk transaksi jual beli. Contoh dari platform e-commerce seperti Tokopedia dan Shopee. Sedangkan social commerce adalah Instagram, Facebook, dan WhatsApp. Bagaimana, sudah mulai paham bukan?
[article_cta title=”Mulai Jualan Online dengan LummoSHOP!” description=”Dengan website toko online yang lengkap dan praktis, tidak ada lagi penghalang untuk optimalkan peluang pertumbuhan bisnismu.” primary_cta_text=”Mulai Sekarang” primary_cta_link=”https://web.lummoshop.com/login/?lp=jadikan-brand-kamu-raja-di-era-social-commerce” secondary_cta_text=”Unduh LummoSHOP” secondary_cta_link=”https://link.lummoshop.com/gobAa27Mqrb”][/article_cta]Kebanyakan orang mengatakan kalau media sosial cenderung lebih mudah untuk kita gunakan. Tidak heran jika semua generasi dari generasi baby boomer sampai ke generasi Z menyukainya. Melansir dari data We Are Social, jumlah pengguna media sosial di Indonesia sudah mencapai 160 juta. Riset lainnya juga menjelaskan jika sebanyak 74% konsumen mengandalkan media sosial untuk membuat keputusan dalam membeli barang. Sungguh fantastis!
Ditambah lagi, Big Commerce juga merinci jika 60% pengguna Instagram menemukan produk baru di sana. Tidak heran jika pebisnis banyak yang berlomba untuk menjadikan brand usaha online miliknya menjadi raja di era social commerce saat ini.
Jika kamu juga memiliki keinginan yang sama, Kami akan membantu kamu untuk mewujudkannya.
Peluang Social Commerce untuk Usaha Online
Tahukah kamu jika rata-rata penggunaan media sosial di Indonesia ternyata di atas rata-rata global, yaitu mencapai 3 jam 26 menit per hari. Apakah kamu termasuk salah satunya?
Dan seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya jika media sosial menjadi ladang subur untuk pebisnis. Meskipun awalnya media sosial hanya digunakan sebagai sarana komunikasi. Saat ini peran media sosial sudah mengalami pergeseran sebagai sarana jualan online. Laporan McKinsey juga merincikan jika pada tahun 2022 juga diperkirakan jika transaksi di social commerce dapat mencapai US$25 miliar.
Tapi ingatkah jika jauh sebelum adanya platform e-commerce, orang lebih dulu berjualan di BBM? Meskipun saat ini sudah mulai tertinggal. Namun kita tidak boleh melupakan momen kejayaannya. Bisa jadi itu merupakan titik balik di mana perjalanan media sosial lainnya merajalela seperti sekarang.
Sebut saja WhatsApp. Katadata melaporkan jika WhatsApp merupakan media sosial kedua paling populer setelah YouTube di tahun ini. Padahal kalau kita memutar balik waktu beberapa tahun yang lalu, WhatsApp masih sedikit penggunanya. Dan kita juga tidak akan tahu akan bermunculan media sosial seperti apa lagi di masa depan sebagai pemenang pasar.
Kami jadi teringat perkataan Dewa Eka Prayoga, “Mancinglah di kolam yang banyak ikannya.” Sangat identik dengan kondisi media sosial saat ini. Ibarat kolam yang banyak penggunanya. Sangat sayang jika kesempatan yang ada disia-siakan. Karena yang namanya pebisnis memang harus terus tumbuh beriringan dengan perubahan setiap fenomena sosial yang hadir di sekitar.
Kelebihan Penjualan dengan Media Sosial
Saat ini konsumen sangat menyukai adanya interaksi. Mereka ingin suaranya menjadi hal yang pernting. Dan dengan adanya interaksi langsung dengan konsumen, kamu dapat meningkatkan kepercayaan mereka untuk membeli brand kamu.
Kemudahan lainnya yang terasa oleh konsumen saat melihat katalog produk dan bertransaksi juga tidak dapat terhindari. Tampilan media sosial yang user friendly juga memicu konsumen menjadi lebih betah bertamu. Apalagi saat ini pebisnis sedang berlomba menyajikan konten terbaiknya untuk menarik hati konsumen.
Bisnis online tanpa adanya value hanyalah isapan jempol semata. Melalui konten yang ditampilkan, pebisnis ingin menyampaikan value dari brand sekaligus meningkatkan brand awareness agar dapat menjangkau target pasar yang lebih luas.
Interaksi langsung dengan konsumen yang terjadi di kolom komentar juga membuat konsumen baru merasa yakin dengan brand kamu. Terlebih ketika kamu memberikan call to action di akhir caption. Pelanggan yang setia akan dengan senang hati menjawabnya. Bahkan terkadang mereka juga senang membagikan pengalaman transaksi mereka ke media sosial pribadinya. Ujungnya, brand kamu jadi semakin dikenal.
Semua itu hanya dapat dilakukan dengan memanfaatkan media sosial. Adapun kelebihan lainnya adalah gratis. Yap! Dengan semakin ketatnya persaingan bisnis saat ini, maka kamu harus bijak untuk mengalokasi setiap dana yang ada. Ditambah dengan adanya model bisnis D2C yang terus berkembang menguasai pasar.
Menjadikan media sosial sebagai ladang jualan online tidak ada ruginya. Selain gratis dari sisi pebisnis, pengguna pun juga dapat membuat akun di media sosial secara cuma-cuma.
Tambahan lainnya, media sosial tidak perlu adanya maintenance. Karena update aplikasi bukanlah tanggung jawab pengguna. Kamu cukup membuat konten dan katalog semenarik mungkin tanpa perlu memikirkan biaya maintenance.
Kekurangan Penjualan dengan Media Sosial
Kalau tadi kami sudah membahas semua kelebihan penjualan dengan media sosial, sekarang kita akan mempelajari kekurangannya. Jangan berpikir jika karena ada kekurangan, maka tidak layak untuk dicoba. Justru kamu harus mengetahui kekurangannya sebagai langkah persiapan sebelum memulai.
- desain platform yang terbatas. Kekurangan ini paling terasa oleh pebisnis. Berbeda dengan platform e-commerce menggunakan website toko online yang bisa didesain sedemikian rupa sesuai kebutuhan. Namun kini Instagram sudah memiliki fitur menarik seperti IG Shop, WhatsApp dengan WhatsApp Business Catalog, dan Facebook dengan Marketplace. Memang desainnya masih sederhana tapi sesuai pada fungsinya.
- Tidak adanya rekening bersama juga terkadang membuat konsumen merasa kurang aman untuk bertransaksi. Namun itu semua dapat disiasati dengan meningkatkan brand image bisnis online kamu. Atau bisa juga kamu menggandeng brand ambassador yang sudah dikenal masyarakat untuk menambah tingkat kepercayaan konsumen.
4 Cara Meningkatkan Penjualan di Media Sosial
Tibalah kamu untuk mengetahui tips yang utama untuk menunjang bisnis online kamu. Terlebih di era social commerce yang berbasis model bisnis D2C atau direct to consumer. Sadar nggak sih? Kalau media sosial yang menghubungkan pebisnis langsung ke konsumen merupakan bentuk sederhana dari model bisnis D2C atau direct to consumer? Selain sederhana dan praktis, biaya investasi yang keluar terbilang relatif lebih terjangkau.
Nah, agar penjualan online kamu semakin meningkat di media sosial. Jangan skip lima cara berikut ya!
-
Kenali Target Pengikut
Sangat penting untuk kamu mengetahui target pengikut yang akan menjadi target pasar bisnis online kamu. Semakin spesifik kamu menganalisa informasi tentang pengikut media sosial yang ada mulai dari usia, jenis kelamin, profesi, hingga kebutuhan mereka. Semakin tinggi juga potensi minat akan produk kamu. Karena bisnis yang langgeng harus dapat menjadi sebuah solusi dalam menjawab kebutuhan hingga keinginan masyarakat.
-
Interaksi Aktif dengan Pengikut
Jika sudah dapat mengenali pengikut media sosial sosial kamu, langkah selanjutnya adalah sering berinteraksi dengan mereka. TIdak hanya sekadar tanya jawab seputar produk, kamu bisa membagikan tips tertentu atau bahkan mengadakan kuis yang menarik minat audiens.
-
Ciptakan Konten Menarik
Konten menarik bisa berupa foto produk atau video atau tips. Ini juga merupakan tips untuk melakukan soft selling dan hard selling sekaligus.
-
Iklan Berbayar
Perencanaan iklan berbayar harus kamu susun secara matang agar hasilnya maksimal. Media sosial sudah memfasilitasi iklan berbayar secara spesifik. Misalnya batas maksimal biaya yang keluar dapat kamu kelola di IG Ads. Ada lagi, jangkauan usia, jenis kelamin, dan daerah juga terkelola di dalamnya. Tugas kamu adalah memaksimalkan fitur yang sudah tersedia dengan baik. Untuk itu perlu adanya riset agar jangkauan iklan berbayar yang kamu buat tidak mengecewakan.
[article_cta title=”Mulai Jualan Online dengan LummoSHOP!” description=”Dengan website toko online yang lengkap dan praktis, tidak ada lagi penghalang untuk optimalkan peluang pertumbuhan bisnismu.” primary_cta_text=”Mulai Sekarang” primary_cta_link=”https://web.lummoshop.com/login/?lp=jadikan-brand-kamu-raja-di-era-social-commerce” secondary_cta_text=”Unduh LummoSHOP” secondary_cta_link=”https://link.lummoshop.com/gobAa27Mqrb”][/article_cta]Jika semua langkah di atas sudah kamu lakukan, bisa jadi besok lusa brand kamu akan menjadi raja di era social commerce ini. Jangan mudah menyerah, ya!