Menjual di marketplace seperti di si hijau, si biru, dan si orange, dan banyak si lainnya memang hal yang mudah. Bisa dibilang sangat praktis tinggal memasukkan produk dan menawarkan ke konsumen. Bahkan, kamu tidak perlu mengeluarkan uang sepeserpun untuk membangun bisnis online.
Tak heran, banyak pengusaha yang membuat toko online di marketplace, karena memang menawarkan solusi yang mudah dan terjangkau. Bahkan, hanya dengan menjajakan produk di marketplace, para pengusaha bisa langsung menawarkan produk mereka ke khalayak luas tanpa perlu memikirkan soal pengelolaan platform-nya.
Bisa diibaratkan, ini seperti menitipkan produk kamu ke supermarket, lalu tinggal memasok produk dan menunggu hingga produknya laku.
Dengan beragamnya marketplace, kamu juga tidak perlu repot-repot belajar koding atau menyiapkan biaya untuk profesional dalam membuat web jualan online. Namun, apakah dengan penjualan produk yang banyak dapat menjamin keberlangsungan merek bisnismu?
Sering kali kita mendengar percakapan, “Eh kamu beli produk ini dimana?” dan dijawab dengan, “Beli di si hijau!”. Tanpa disadari pembeli sering menyebutkan nama marketplace-nya dan bukan nama tokonya. Itu pula yang terjadi dengan nama brand kamu.
Jika kamu ingin mempunyai brand yang lebih sustainable untuk jangka panjang, kini saatnya kamu harus pindah dari sana dan mulai membangun website sendiri.
Faktanya, untuk bisa sukses berbisnis online, tidaklah cukup hanya mengandalkan marketplace. Karena marketplace bukan platform milik kamu. Selain tidak punya kontrol dalam pengelolaan platform-nya, kamu juga terbatas melakukan aktivitas branding atau promosi dengan leluasa di platform.
Lalu, apa solusinya? Tentu harus menggunakan platform sendiri. Dengan kata lain, kamu harus berjualan melalui website sendiri.
Bermigrasi ke platform lain, termasuk web jualan online kamu sendiri, adalah langkah alami dan penting untuk pertumbuhan. Ini memungkinkan kamu untuk mulai serius menggarap brand atau merek kamu dan melindunginya dari aturan dan penangguhan marketplace, bahkan ketika platform tersebut berubah.
Ada beberapa alasan mengapa jualan menggunakan website sendiri lebih menguntungkan daripada jualan online lewat marketplace.
Memiliki website jualan online sendiri berarti memiliki pelanggan
Melepaskan diri dari marketplace akan membuat pelanggan kamu bertambah loyal. Karena saat melakukan pembelian di website kamu, mereka membeli langsung. Dalam bisnis, ini dinamakan strategi D2C (direct to consumer).
Beda halnya jika mereka membeli dari toko kamu di marketplace.
Dengan website sendiri kamu juga dapat mengenalkan tentang merek dan produk kamu, mengarahkan pelanggan dan tetap memegang kendali toko kamu. Karena apa pun yang kamu lakukan tidak bertentangan dengan persyaratan layanan seperti di marketplace, misalnya ada larangan menghubungi pelanggan-pelanggan yang pernah membeli di toko kamu untuk membeli ulang.
Branding toko kamu juga memungkinan membangun basis pelanggan dari orang-orang yang mengenal dan mempercayai dan yang mengharapkan tingkat layanan atau kualitas. Ketika terpuaskan dengan produk yang kamu jual, mereka akan memberi tahu teman dan keluarga mereka.
Penjualan berulang adalah salah satu faktor utama dibalik pertumbuhan jualan online kamu. Strategi dengan menjual ke pelanggan yang sudah ada, lebih mudah dan 20% lebih hemat biaya daripada mengejar bisnis baru.
Menjual dari situs web kamu memberi banyak peluang untuk menciptakan titik kontak pelanggan baru dan bisnis yang berulang, karena dengan ini sebetulnya kamu dapat membangun toko eCommerce sendiri sebagai sumber kepuasan dan nilai pelanggan.
Kamu juga bisa melakukan berbagai hal dalam berinteraksi dengan konsumen, seperti:
- Menawarkan pelanggan melalui email untuk promosi dan penjualan berulang
- Mendorong pelanggan ke halaman media sosial untuk melanjutkan keterlibatan interaksi
- Menawarkan dan mengenalkan nilai melalui konten seperti video dan blog seputar produk
- Kamu juga menyisipkan paket dan kupon untuk mendorong bisnis pengembalian atau memesan aksesori/isi ulang. Situs web juga memungkinkan kamu untuk menjual di website kamu, seperti mendorong penjualan dengan menu pop up dan menawarkan pelanggan opsi pengambilan di toko. Kamu dapat secara aktif terlibat dengan pelanggan dengan cara yang tidak akan pernah diizinkan atau didukung oleh platform marketplace
- Kamu juga bisa menjelajahi opsi logistik independen dan menjaga konsistensi dalam pengiriman ke mana. Karena salah satu strateginya untuk mendapatkan interaksi konsumen adalah kualitas dan pengiriman memainkan peran penting dalam menentukan keberhasilan setiap penjualan.
Dengan taktik ini, kamu akan mendorong penjualan produk kamu.
Tidak akan Ada Risiko
Toko kamu tidak akan pernah kena banned apabila melakukan pelanggaran dalam promosi. Berbeda jika kamu investasikan seluruh produk kamu dalam satu marketplace. Risikonya kamu bisa kehilangan merek dan produk kamu kapan saja. Tidak hanya akan kehilangan akun, tapi juga uang dan pelanggan.
Jadi bisa dikatakan dengan mempunyai web jualan online sendiri kamu meminimalisirkan risiko jika terjadi kesalahan, bisnis, pendapatan dan pelanggan pun tetap terlindungi.
Meningkatkan Peluang Pemasaran
Kamu bisa melakukan berbagai hal cara promosi yang didukung oleh situs jualan online sendiri. Misalnya, kamu menjual penyaring kopi. Kamu bisa bekerja sama dengan perusahaan yang menjual mesin kopi untuk memberikan diskon 25% kepada pelanggan mereka yang membeli penyaring kopi kamu untuk pertama kalinya. Cara ini tidak hanya meningkatkan penjualan kamu, tapi membuat merek dan produk kamu dikenal pasar.
Namun, cara ini tidak akan bisa dilakukan apabila kamu menggunakan marketplace.
Memiliki situs jualan online juga memungkinkan kamu untuk menggunakan berbagai pemasaran yang tidak dapat kamu lakukan melalui platform seperti di marketplace. Misalnya, kamu bisa menggunakan SEO (Search Engine Optimization) dan SEM (Search engine marketing) untuk mengarahkan lalu lintas pengguna internet ke toko kamu.
Kamu juga bisa mengoptimalkan pencarian di mesin pencari dengan menggunakan artikel dengan kata kunci sehingga ketika ada pengguna internet yang melakukan searching kata tertentu tertarik ke website kamu.
Cara ini efektif dibandingkan kamu mengiklankan kata kunci tertentu di marketplace yang mempunyai banyak kompetitor.
Meluncurkan toko jualan online sendiri juga memungkinkan kamu memanfaatkan blog dan video untuk mengarahkan lalu lintas dan menciptakan prospek serta membangun hubungan dengan pelanggan yang sudah ada. Semua aktivitas ini berpotensi mendorong pendapatan besar dari waktu ke waktu.
Mengurangi Biaya per Penjualan dengan Toko Kamu Sendiri
Setiap marketplace mempunyai biaya administrasi sendiri untuk menggunakan platform mereka. Jika dihitung-hitung, keuntungan kamu berkurang banyak, apalagi jika dikurangi biaya iklan dan diskon.
Berbeda jika kamu dapat menjangkau pelanggan secara langsung melalui situs web kamu sendiri. Tidak hanya menghemat biaya untuk promosi, tapi dapat mengurangi biaya rata-rata per penjualan.
Memperkuat Label Brand Sendiri
Jika sudah mempunyai website sendiri, keuntungannya kamu bisa memperkuat label brand sendiri. Bahkan jika mempunyai banyak produk, kamu juga bisa memberi tiap produkmu dengan merk sendiri dan menjualnya ke berbagai platform dan saluran penjualan.
Memiliki situs web sendiri membuat pencitraan merek kamu lebih mudah, karena dengan hadirnya toko online yang konkret dapat memberikan kepercayaan kepada pelanggan. Dengan sendirinya kamu sudah memiliki basis pelanggan kamu sendiri.
Dengan strategi yang tepat dan potensi produk label pribadi di masa mendatang, kamu dapat mendorong penjualan tambahan, meningkatkan pencitraan merek, dan menurunkan biaya per penjualan.
Yang terpenting, keuntungan dari website kamu tidak hanya diwujudkan dalam penjualan. Situs web sendiri akan mendorong kepercayaan dan kesadaran konsumen, mendorong loyalitas dan retensi, membantu pembeli membuat keputusan yang lebih baik, dan akan bekerja untuk mendorong penjualan di semua saluran kamu, baik website maupun sosial media.
Tidak Ada Produk Pesaing
Jika kamu berjualan di marketplace, kamu akan menemukan banyak produk pesaing kamu. Misal, jika kamu mencari dengan kata kunci “tas laptop” di berbagai marketplace, akan muncul banyak beragam tas laptop dengan berbagai merk, harga dan toko. Artinya, kamu memasuki dunia dengan banyak kompetitor secara langsung.
Jika, kamu punya website sendiri tentu yang tampil adalah produk kamu, tidak ada kompetitor. Contoh yang menggunakan website sendiri seperti Heymale, Ikea, dan Eiger.
Itulah beragam alasan dan keuntungan membuat toko sendiri. Bagaimana? Apakah kamu sudah termotivasi untuk mulai menikmati manfaat website sendiri? Jika jawabannya iya, kamu bisa memulai bisnis dengan website kamu sendiri. Kamu bisa memulai jualan online dengan LummaSHOP.