Membuka bisnis toko bangunan atau material termasuk keputusan yang tepat. Toko bangunan bukanlah bisnis yang musiman. Toko bangunan tempat yang biasanya menyediakan berbagai kebutuhan untuk membangun atau merenovasi rumah. Mulai dari kayu, beton, triplek, besi, semen, dan sebagainya. Jika manusia masih membutuhkan tempat tinggal, bisnis toko bangunan atau material akan selalu ada.
Bisnis toko bangunan membutuhkan area yang cukup luas dan modal yang banyak. Namun omsetnya pun menggiurkan. Selain bukan bisnis musiman, ada banyak keuntungan jika kamu membuka toko bangunan.
4 Keunggulan Berbisnis Toko Bangunan
- Barang-barang yang dijual tidak mengalami penyusutan nilai. Artinya kamu bisa meminimalisir kerugian karena masa waktu barang yang dijual tergolong lama. Hanya saja kamu harus memikirkan penyimpanan dan perawatan barang-barang yang dijual. Untuk produk yang terjual sedikit, kamu bisa mengurangi stok persediaannya.
- Seiring maraknya pembangunan untuk perumahan dan toko di Kota ataupun pedesaan, akan membuat toko bangunan ini selalu dibutuhkan. Belum lagi untuk perawatan atau renovasi yang membutuhkan barang-barang dalam jumlah kecil.
- Keuntungan dari bisnis toko bangunan memang besar. Apalagi jika bekerjasama dengan kontraktor, margin keuntungan yang didapat bisa mencapai 70%. Jika harga rumah naik, harga material juga mengikuti.
- Persaingan usaha tidak terlalu ketat mengingat modal yang dibutuhkan untuk membuka toko bangunan tergolong tinggi.
Tips Membangun Toko Bangunan yang Sukses
- Memberikan Pelayanan yang Terbaik
Terbaik di sini, pengelola toko mampu menjelaskan secara informatif dan ramah ketika konsumen menanyakan barang sesuatu. Apalagi, jika konsumen awam akan informasi suatu barang, tugas kamu lah untuk membantu menjelaskan dan memudahkan si konsumen untuk menentukan pembelian.
- Miliki Material yang Lengkap dan Berkualitas
Konsumen sangat menyukai berbelanja dalam satu tempat. Konsumen tidak perlu menghabiskan waktu untuk mencari barang berbeda ke setiap toko. Kamu bisa mulai menyediakan dari alat bangunan berbagai merek. Material bangunan seperti pasir, batu bata, kayu, besi, semen, tak lupa furniture mulai dari jendela, meja, kursi hingga lemari, sistem kelistrikan yang tak kalah penting misalkan kebel listrik, colokan, lampu, dan alat listrik lainnya, serta bahan perekat.Konsumen sangat menyukai berbelanja dalam satu tempat. Konsumen tidak perlu menghabiskan waktu untuk mencari barang berbeda ke setiap toko. Kamu bisa mulai menyediakan dari alat bangunan berbagai merek. Material bangunan seperti pasir, batu bata, kayu, besi, semen, tak lupa furniture mulai dari jendela, meja, kursi hingga lemari, sistem kelistrikan yang tak kalah penting misalkan kebel listrik, colokan, lampu, dan alat listrik lainnya, serta bahan perekat.
- Memilih Lokasi Usaha
Akan lebih baik, jika toko bangunan memiliki area parkir yang luas untuk tempat parkir seperti kolbak atau truk yang mengambil barang. Selain area parkir, pilihlah tempat yang berada di pemukiman padat penduduk, pinggir jalan atau simpang jalan.
- Penuhi Kebutuhan Musiman
Selain produk yang lengkap, kamu harus menyediakan juga dalam jumah yang cukup banyak barang-barang musiman. Misalkan saat musim hujan, umumnya banyak orang memperbaiki rumah yang bocor dan memperbaiki saluran air. Maka dari itu, untuk meningkatkan penjualan kamu bisa menyediakan pelapis anti bocor,pipa, dan barang lainnya yang dibutuhkan.
- Memenangkan Tender Proyek
Yang paling banyak mendatangkan keuntungan adalah menjadi toko bangunan yang dipercaya menjadi partner untuk proyek pembangunan Gedung, komplek atau tempat Pendidikan. Namun, untuk memenangkan proyek besar, toko bangunan yang dimiliki harus sudah unggul seperti memiliki barang lengkap, fasilitas dan barang yang mumpuni serta sistem pembayaran yang dapat menyesuaikan dengan kebutuhan konsumen.
Rincian Modal Usaha Toko Bahan Bangunan
Untuk membuka toko bahan bangunan kamu bisa membuatnya dari skala kecil berkisar Rp35 juta. Pada skala ini barang-barang yang dijual berupa alat-alat bangunan, kuas cat, gergaji, paku dsb. Untuk skala menengah dibutuhkan modal Rp60 juta hingga Rp200 juta. Toko bangunan mulai komplit dan sudah memiliki mobil colt. Kemudian toko bangunan skala besar mulai dari Rp200 juta.
Ilustrasi Toko Bangunan Skala Besar
- Mobil pick-up untuk transportasi (pengantaran barang) kamu bisa membeli mobil bekas = Rp75.000.000,-
- Bahan bangunan yang akan dijual seperti semen, pasir, cat, batu bata, paku, kayu, triplek, besi, dll = Rp200.000.000,-.
- Etalase = Rp2.000.000,-
- Lemari kayu = Rp 2.000.000,-.
- Biaya bulanan :
- Gaji karyawan 3 orang @ Rp2.000.000,- = Rp7.000.000,-.
- Listrik dan air Rp500.000,-.
- Sewa tempat Rp50.000.000,- per tahun , jika perbulan Rp4.200.000
Total modal awal yang dibutuhkan adalah Rp336.500.000,- dan total biaya bulanan adalah Rp11.700.000,-.
Setiap barang memiliki margin keuntungan yang berbeda-beda. Kamu bisa melakukan cross margin untuk barang-barang yang paling laku dan tidak laku. Jika dalam sehari margin rata-rata 10% hingga 30% dan omset bulanan 200 juta, kamu bisa mendapatkan laba bersih sekitar 30 jutaan.
Untuk menaikkan basket size dan sales, kamu bisa melakukan promo paket. Misalkan menyatukan cat dan pelapis anti bocor. Jika membeli paketan, konsumen bisa lebih murah 10%. Promo seperti itu akan mempercepat putaran barang dan omset pun mudah didapatkan.