Di era ketika digital marketing menjadi senjata wajib bagi bisnis, maka konten kreator, influencer, buzzer, selebgram adalah hal familiar untuk menunjang kesuksesan bisnis. Mengapa demikian? Pasalnya, profesi ini dianggap keren dan sedang naik daun—dan tidak mengherankan jika brand ingin bekerjasama dengan mereka.
Jika brand serius bekerja dengan pembuat konten, mereka harus terlebih dahulu memahami manfaat kolaborasi dengan konten kreator. Dalam artikel ini, kami akan membahas tentang manfaat, termasuk bagaimana brand bisa berkolaborasi dengan mereka.
Mengapa Brand D2C Harus Berkolaborasi dengan Konten Kreator?
Pada dasarnya, ada beberapa peluang bagi brand untuk bekerjasama dengan konten kreator untuk mendorong pertumbuhan bisnis ke depannya. Dan ini berlaku untuk berbagai jenis bisnis, baik B2C, B2B maupun bisnis direct to consumer atau D2C.
Berdasarkan Sprout Social Index™, 58% marketer mengatakan tujuan utama atau goal bisnis mereka adalah meningkatkan brand awareness sementara 41% mengatakan keterlibatan komunitas adalah prioritas mereka. Salah satu cara brand dapat mencapai tujuan tersebut adalah dengan bekerja secara langsung dengan influencer atau selebgram atau konten kreator yang mengetahui apa yang sedang tren di platform sosial dan memiliki basis penggemar atau follower-nya yang cukup tinggi karena loyalitasnya yang juga tinggi.
Konten kreator juga dapat membantu brand dalam mendapatkan keuntungan di social commerce dengan membantu brand memanfaatkan channel media sosial untuk membuat konsumen berkomitmen pada pembelian. Sebanyak 53% milenial mengatakan, mereka akan membeli dari brand yang membuat konten media sosial yang relevan secara budaya dibandingkan pesaing.
Bekerjasama dengan konten kreator memastikan bahwa brand dapat memanfaatkan tren yang menjadi perhatian audiens mereka tanpa terlihat dipaksakan. Selain itu, influencer, konten kreator atau buzzer sudah memiliki pengalaman bertahun-tahun dalam hal penjualan di media sosial dan dapat membantu brand memperkuat (atau bahkan memulai) strategi social commerce mereka.
Tetapi seperti partnership lainnya, kunci kesuksesan dimulai dengan brand yang mengetahui siapa yang harus diajak bekerja sama dan platform sosial mana yang digunakan. Saat brand bersiap untuk merangkul konten kreator atau influencer atau buzzer, pertimbangkan hal berikut untuk mengembangkan hubungan yang kuat dan langgeng dengan kreator:
- Carilah yang paling pas, bukan sekadar yang sedang trend. Mengapa hal ini penting? Pasalnya, karakteristik di media sosial, orang dapat mengenali dengan mudah apakah partnership dengan konten kreator atau influencer atau selebgram ini tulus, jujur dan otentik atau tidak. Oleh sebab itu, agar tidak dianggap tidak jujur, kejujuran, otentik dan tulus menjadi pertimbangan penting saat bermitra dengan konten kreator.
- Jangan hanya memaksakan kerjasama yang dirasa tidak sesuai dengan tujuan bisnis. Orang-orang memang tidak lagi bisa menolak iklan, tetapi mereka bisa dan berhak menolak iklan yang tidak otentik. Oleh sebab itu, ada baiknya untuk menggunakan tools yang akan membantu untuk mendengarkan komunitas bisnis atau brand kamu di Twitter atau media sosial lain dan mengungkap konten kreator yang sudah membicarakan brand kamu.
- Manfaatkan insight juga untuk menyelaraskan dengan konten kreator agar mendorong momen trending yang dapat diikuti oleh brand atau bisnis D2C milikmu.
Tips Kerjasama dengan Influencer
Pertanyaan selanjutnya, lantas bagaimana cara kerjasama dengan influencer yang baik?
1. Bangun hubungan yang otentik
Hubungan bisnis terbaik dibangun dengan rasa saling menghormati. Dan tujuan kamu adalah mencoba dan mengembangkan hubungan pribadi tapi tetap profesional dengan influencer.
Sebagai orang yang menjalankan kampanye influencer marketing sekaligus mengontrol anggaran, hal ini memberikan kamu power dan influencer perlu menghargai bahwa kamu ingin bekerja dengan mereka dengan cara yang menguntungkan tujuan bisnis.
Influencer yang kamu pilih harus mampu melibatkan audiensnya sambil menunjukkan rasa hormatnya terhadap brand atau bisnis D2C kamu. Di sisi lain, kamu juga perlu menghormati influencer atas apa yang telah mereka capai yaitu menumbuhkan audiens yang engage. Dan karena kamu ingin memanfaatkan audiens itu, jadi bersedialah untuk menerima insight dan kreativitas mereka.
Dengan kata lain, jadikan hubungan mitra yang sejajar. Bekerja sama dengan influencer dengan cara ini, dapat dipastikan kemitraan yang saling menguntungkan dan membangun hubungan jangka panjang.
2. Berikan influencer kebebasan berkreasi
Berikan influencer brief yang jelas termasuk pesan kampanye yang harus mereka sampaikan. Tetapi tetap beri mereka kebebasan berkreasi saat menyusun konten. Kampanye influencer yang berhasil adalah kampanye yang menempatkan influencer di panggung utama untuk menunjukkan rasa hormat mereka kepada brand kamu.
Mengapa harus memberikan kebebasan berkreasi? Pasalnya, influencer sejatinya meminjamkan wadah untuk brand kamu agar bisa menyuarakan pesan kampanye yang beresonansi dengan basis penggemar yang telah mereka bangun dan kembangkan dengan hati-hati dari waktu ke waktu.
Setiap komunitas konten kreator yang memiliki basis pengikut atau follower yang sangat engage dapat mengidentifikasi apakah kampanye yang sedang dijalankan terdengar otentik atau justru dipaksakan.
3. Tentukan metrik dan ukur keberhasilan kampanye
Sebelum meluncurkan kampanye, kamu harus sudah menyepakati serangkaian metrik yang akan diukur seperti melacak jumlah klik, komentar, conversion, atau share. Monitor metrik mulai dari social engagement hingga ROI, dan pelajari apa yang paling berhasil dalam kerjasama konten kreator atau buzzer ini.
Setelah kampanye diluncurkan, lacak kinerja dan interaksi yang dihasilkan dari setiap influencer. Dengan melacak kinerja dari waktu ke waktu, kamu akan melihat jenis promosi dan produk apa yang bekerja paling baik. Itu akan membantu kamu untuk mengidentifikasi influencer mana yang ingin kamu ajak untuk terus bekerja sama.
Kamu pun harus membagikan hasil kampanye dengan influencer, terutama jika kamu mengukur metrik seperti penjualan, atau pelanggan. Beri tahu mereka jika mereka menghasilkan uang bagi bisnis atau memiliki dampak yang diinginkan. Beri tahu mereka jika kinerja mereka buruk untuk peningkatan dan bersedia memberi mereka penghargaan jika kinerja mereka sangat baik.
4. Berikan kompensasi yang layak
Pastikan kamu memberi influencer atau selebgram atau konten kreator apa yang menjadi hak mereka. Oleh sebab itu, diskusikan anggaran terutama biaya influencer atau selebgram atau konten kreator sebelum memulai kampanye.
Rate harga influencer itu beragam, tergantung dari jumlah follower dan engagement-nya. Ada yang Rp50.000,- tapi ada juga yang bisa mencapai puluhan juta bahkan miliar. Namun, jika kamu belum memiliki anggaran yang bisa memenuhi rate harga mereka, ada beberapa alternatif biaya influencer atau kompensasi untuk influencer yang bisa dipilih. Biasanya penawaran ini untuk para nano influencer (pemilik akun sosmed dengan jumlah pengikut sebanyak 1000 hingga 10.000), yaitu:
- Sampel dan hadiah gratis jika mereka sudah menyukai/membeli brand direct to consumer kamu.
- Penawaran khusus dan akses, jika kamu awalnya ingin memulai dan ternyata mereka juga menunjukkan minat pada produk direct to consumer kamu.
- Undangan ke acara khusus.
- Sistem komisi jika terjadi penjualan dengan kode khusus influencer.
Kesimpulan
Membangun kerjasama dengan konten kreator atau biasa disebut manajemen influencer adalah tentang memelihara hubungan konten kreator dengan cara yang benar. Tak hanya persoalan biaya influencer alias anggaran atau tentang jasa konten kreator, tapi juga melibatkan tentang ekspektasi dan harapan serta reward yang jelas, membiarkan kreativitas mereka bermain, lalu melacak hasil kampanye.
Dengan menerapkan insight ini ke kampanye, kamu dapat mencapai hasil kampanye yang diinginkan. Kamu juga dapat membangun hubungan jangka panjang dengan influencer, yang pada akhirnya akan terbukti menjadi aset bisnis direct to consumer kamu.