Peluang usaha ternak bebek petelur masih tinggi khususnya untuk kamu yang tinggal di perkotaan. Mayoritas peternak bebek petelur saat ini masih wilayah Jawa Tengah dan Jawa Timur. Meskipun harga perkilonya lebih tinggi dibandingkan telur ayam tapi telur bebek banyak diminati untuk usaha telur asin ataupun martabak.
Tertarik mencoba peluang usaha ternak bebek petelur? Yuk simak tips beternak bebek petelur agar omset melimpah.
3 Langkah Awal untuk Ternak Bebek Petelur
- Pilih Bibit Berkualitas
Bibit bebek atau Day Old Duck memiliki usia 1-2 minggu. Untuk bibit bebek kamu bisa mendapatkan lokal atau import. Ciri -ciri bibit yang bagus dan berkualitas di antaranya:
-
- Kedua mata terbuka tidak sayu
- Bergerak lincah
- Memiliki bulu yang kering dan bagus
- Kaki tidak pincang
- Bobot 38-40 gram
Ada beberapa pilihan bibit bebek yang bisa kamu pilih, misalkan:
-
- Bebek Solo : hasil telur besar, pakan lebih hemat, produksi lebih Panjang dan tahan terhadap cuaca panas.
- Bebek Magelang : hasil telur besar 200 butir per tahun, pakan boros, ciri-cirinya ada bulu melingkar di leher.
- Bebek Mojosari : 220-250 butir per tahun ukuran telur besar tapi ukuran bebek termasuk kecil.
- Memilih Jenis Sistem Kandang
Menentukan kadang diawal usaha ternak bebek petelur menentukan modal yang akan dikeluarkan. Untuk jenis kandang ada 2 cara yakni modern dan konvensional.
-
- Konvensional: bebek disatukan dalam satu kandang yang besar kemudian diangon atau diring ke kolam atau sawah yang sudah dipanen. Dengan cara ini bebek terhindar dari stress dan minim pangan tetapi akan menimbulkan bau ke lingkungan.
- Modern: Untuk kandang modern cocok digunakan di perkotaan. Berikut ini beberapa pilihan kandang modern ternak bebek yang dapat dipilih:
-
-
- Kandang Bebek Petelur Sistem Kering
-
Untuk 100 ekor bebek dibutuhkan ukuran kandang 25 m2 , tinggi kandang maksimal 2 meter dengan atap terbuat alang-alang, genting, dan dasar lantai bisa dibuat dari tanah, semen dengan diberi Jerami atau bubuk gergaji.
Dengan kandang bebek petelur sistem kering membuat bebek lebih sehat dan terjamin keselamatannya sehingga telur yang dihasilkan lebih maksimal. Selain itu, tidak terlalu menghasilkan bau dibandingkan dengan sistem basah atau angon.
-
-
- Kandang Bebek Sistem Baterai
-
Dengan mengunakan sistem kandang baterai bebek mudah dipantau dan terkontrol sehingga jika ada penyakit lebih mudah ditemukan dan juga bebas dari suara rebut dari luar kandang. Hanya saja biaya pembuatannya lebih mahal.
- Memilih Pakan yang Baik
Pakan harus bisa memenuhi nutrisi dan gizi untuk pertumbuhan dan perkembangan sehingga bebek dapat bertelur dalam jumlah yang maksimal. Pakan juga memengaruhi tingkat stres bebek. Pakan yang sering berubah-ubah akan membuatnya stres.
Jenis-Jenis Pakan Bebek Petelur:
-
- Konsentrat: Berbentuk pellet atau crumble hasil pabrikan dan sudah diformulasikan untuk kebutuhan bebek petelur. Hanya saja harganya tergolong cukup mahal.
- Sumber Energi: Padi, jagung, dedak, bekatul, onggok, dan sorghum.
- Sumber Protein Nabati: bungkil kelapa, bungkil kedelai, dan bungkil kacang tanah.
- Sumber Protein Hewani: tepung ikan, tepung darah, dan tepung keong mas.
Modal Awal Kandang dan Pakan Bebek Petelur
Hitungan awal yakni 100 ekor bebek dengan sistem kandang kering.
Untuk pakan dan perawatan bebek per hari:
Bakatul/dedak 8kg : 8 x Rp2500 = Rp20.000
Konsentrat 4kg : 4 x Rp9.000= Rp6.000
Mineral : 2 x Rp5.000= Rp10.000
Total pakan per-hari : Rp66.000
Untuk pemberian konsentrat dan dedak dibuat perbandingan 1:2 yakni 1 kg konsentrat dan 2 kg dedak. 12 kg pakan dijadikan 6 kg untuk pagi dan 6 kg sore.
Biaya lain-lain digunakan untuk perawatan kandang dan pakan mingguan:
Bubuk gergaji : 7 sak x Rp1.000 = Rp7.000
Fina 1 botol : 1 x Rp20.000= Rp20.000
Biaya sayur 10 hari sekali
Sayur = Rp10. 000
Tabungan = Rp50.000
Total Biaya Lain-Lain : Rp87.000
Bibit bebek petelur solo : Rp75.000 x 100 = Rp7.500.000
Kandang 25 m = Rp2.500.000
Biaya bibit dan kandang : Rp10.000.000
Total Modal Awal Keseluruhan : Rp10.153.000 (diluar biaya sewa lahan jika tidak memiliki lahan pribadi)
Margin dan ROI dari Ternak Bebek Petelur
Dalam satu hari 100 bebek petelur kemungkinan bertelur 80%. 1 telur bebek dibanderol Rp2.000 tergantung kota.
80 x Rp2.000 = Rp160.000 per-hari
Rp160.000 x 30= Rp4.800.000 per-bulan
Rp4.800.000 – Rp4.590.000 (biaya pakan dan lain-lain) = Rp2.100.000
Keuntungan bersih dari 100 ekor bebek petelur yakni Rp2.100.000 dalam satu bulan. Sedangkan modal akan kembali dalam kurun waktu 3 bulan.
Pemasaran dari Bebek Petelur
Seberapa berkualitas telur bebek yang dimiliki tapi pemasarannya buruk, usaha bebek petelur akan nihil.
- Menjual Retail ke Perorangan melalui media sosial.
- Menjual ke Restoran atau Usaha yang memerlukan telur bebek.
- Menggunakan jasa pengepul
- Bergabung dengan komunitas atau paguyuban peternak bebek
- Berjualan melalui platform online marketplace produk-produk segar seperti TaniHub, Segari, dan platform serupa lainnya.
Bagaimana peluang usaha ternak bebek petelur di kota kamu? Sudah siap bersaing dengan peternak bebek lainnya? Yuk kita mulai usahanya!