Ayam kampung tak kalah diminati dibandingkan ayam broiler. Malahan ayam kampung dianggap lebih bernutrisi mulai dari daging hingga telurnya. Maka tak heran, banyak orang mulai melirik bisnis ternak ayam kampung. Selain menjual daging mereka pun bisa menjual telurnya.
Mengapa Dinamakan Ayam Kampung?
Istilah ayam kampung kebalikan dari ayam ras. Zaman dulu, ayam kampung sering digunakan untuk persembahan kepada Raja. Sehingga ayam kampung banyak dipelihara di sekitaran rumah warga. Sekarang, ayam kampung mulai dibudidayakan sehingga banyak ditemukan ayam kampung unggul jenis lainnya. Kini, ayam kampung disebut juga ayam buras (bukan ras).
Mau memulai ternak ayam kampung? Pilih dulu jenis ayam kampung yang diinginkan.
Jenis -Jenis Ayam Kampung Populer untuk Ternak
- Ayam Kampung Super (Joper)
Dapat dipanen dalam waktu 45-60 hari terhitung singkat dengan bobot mencapai 1,5kg. Selain itu, resiko kematian ayam ini kecil tapi memiliki cita rasa daging yang hampir sama dengan ayam kampung. Sehingga banyak disukai peternak.
- Ayam Kedu
Mulai bertelur pada usia 6-7 bulan tapi jika dilakukan intensif bisa 4-4,5 bulan dengan produksi telur 124 butir per ekor per tahun, dengan berat 50 gram/ butir. Ciri fisik ayam kedu memiliki warna daging merah kehitaman.
- Ayam Merawang
Mulai bertelur usia 5,5 bulan dengan bobot badan 1,57kg. Mampu memproduksi 125 butir/ekor/tahun dengan berat telur 38-45 gram. Ayam merawang memiliki kandungan lemak yang rendah dan termasuk ayam yang tahan terhadap stres.
- Ayam Kampung Unggul Balitbangtan (KUB)
Mampu memproduksi minimal 320 butir per ekor per tahun. Ayam KUB pun termasuk ayam pedaging yang unggul, dalam waktu 70 hari beratnya bisa mencapai 1 kg.
Sekarang, sudah tahu jenis ayam kampung mana yang akan dipilih? Untuk memilih bibit ayam (Day Old Chicken) misalkan Ayam Kampung Super, perhatikan ciri-ciri di bawah ini:
- Memiliki badan tegap dengan bobot badan 38 gram per ekor
- Tidak cacat
- Mata bulat, cerah, tidak berair
- Bulu ayam panjang, mengkilap, cerah dan mengembang
- Aktif dan lincah. Apalagi jika dipegang berontak, itu layak untuk dijadikan bibit.
- Lubang anus bersih
- Tidak takut didekati manusia
- Nafsu makan baik dan selalu mencari makan sepanjang hari
Pemeliharaan Ternak Ayam Kampung
Untuk beternak ayam kampung ada tiga cara pemeliharaan yang bisa kamu pilih di antaranya:
- Cara Tradisional
Banyak dilakukan di pedesaan, biasanya tidak dilakukan untuk bisnis skala besar. Pemeliharaan ayam kampung secara tradisional memiliki karakteristik berupa:
-
- Tingkat kematian ayam mencapai 56% apalagi saat pertukaran musim, rentan terkena penyakit tetelo.
- Pemberian makan tidak teratur
- Tidak ada sistem kandang yang khusus. Biasanya hanya menggunakan kurung atau bahkan di bawah pohon atau dalam dapur.
- Cara Semi Intensif
Untuk pemeliharaan semi intensif ini skalanya cukup tinggi dibandingkan tradisional. Memiliki karakteristik:
-
- Memisahkan kandang anak ayam dengan induknya
- Pakan tidak terlalu dilepas seperti tradisional. Untuk semi intensif pakan tambahan diberikan sebelum ayam dilepas. Porsi pakan 25 gram per ekor per hari.
- Tingkat kematian ayam 34%
- Cara Intensif
Pemeliharaan dengan cara intesif semua lebih terkontrol. Ayam tidak diumbar dan hanya dikurung. Karakteristik dari pemeliharaan sistem intensif di antaranya:
-
- Sistem pakan penuh
- Menggunakan sistem kandang baterai, dsb
- Ayam betina tidak dizinkan untuk mengerami telur
- Tingkat kematian ayam 27%
Manajemen Pakan dan Minum Ternak Ayam Kampung
Pemberian pakan ayam kampung bisa dibagi berdasarkan:
- Model ad libitum atau terus menerus. Pakan yang diberikan kering atau pasta (Semi basah)
- Bentuk ransum: pelet, crumble
- Untuk ayam kampung petelur membutuhkan pakan lebih banyak apalgi saat masa bertelur
- Memberikan pakan sesuai usia:
- 0 sampai 1 minggu : 5-10gr/ekor/hari
- 1-2 minggu : 10-15gr/ekor/hari
Naik setiap 5 gram per minggu hingga usia 5-6 minggu mulai naik 10 gram per minggu. Mulai usia 6 hingga 8 minggu mulai naik bertahap 20 hingga 30 gr per minggu per ekor.
Untuk air minum ayam kampung diberikan melalui saluran khusus sehingga terhindar bakteri yang bisa menurun produktivitasnya. Pastikan air minum selalu tersedia sepanjang hari dan sehari sekali dibersihkan missal pada sore hari.
Ternak Ayam Kampung Pemasaran Modern
Setelah berhasil panen daging dan telur dari ternak ayam kampung. Saatnya kamu menghasilkan omset dari bisnis tersebut. Gunakan pemasaran secara online misalkan dengan membuat video pendek di tiktok dengan konsep edukasi ataupun youtube.
Berawal dari Modal Kecil hingga Besar
Memulai bisnis ternak ayam kampung ini kamu bisa memulai dengan ratusan atau puluhan ayam terlebih dulu. Ataupun mengajak orang yang memiliki lahan untuk ternak bersama sehingga meminimalisir modal usaha.
Selamat beternak!