Keberadaan dunia digital seperti media sosial memunculkan berbagai kesempatan untuk setiap orang bisa mendapatkan penghasilan. Tak terkecuali dengan influencer marketing. Jika dulu memasarkan produk hanya melalui iklan di televisi, radio, majalah atau koran. Kini, influencer ini menjadi alat yang efektif untuk promosi sebuah brand. Melalui influencer sebuah brand bisa menjadi rekomendasi positif untuk pengikutnya. Maka tak heran, semua berlomba-lomba untuk menjadi influencer dari berbagai media sosial.
Apa itu Influencer Marketing?
Influencer marketing sering disebut juga dengan KOL (Key Opinion Leader) merupakan cara yang dilakukan pemilik bisnis untuk mengenalkan brand yang dimilikinya dengan tujuan tertentu dengan menggunakan orang atau komunitas yang berpengaruh.
Tujuan di sini bisa berupa brand awareness yang biasanya digunakan untuk brand yang baru muncul ataupun mengeluarkan varian terbaru yang dikemas dengan campaign kreatif. Selain itu, perusahaan pun bisa menggunakan jasa influencer untuk menaikkan sales. Influencer pun tak hanya berasal dari kalangan artis, blogger, ataupun tokoh politik. Masyarakat umum pun bisa menjadi influencer.
Kegiatan yang dilakukan oleh influencer dalam mempromosikan sering disebut dengan endorsement. Perusahaan atau brand akan mengirimkan brief kepada influencer untuk mempromokan produk atau jasa kepada para followers-nya.
Manfaat Influencer Marketing untuk Bisnis?
Berdasarkan riset Nielsen 2020, 89% orang Indonesia meletakkan level kepercayaan yang tinggi berdasarkan rekomendasi suatu jasa/produk pada WOM (Word of Mouth) dari orang-orang yang mereka kenal.
Dengan adanya influencer dan berbagai media sosial yang dimanfaatkan untuk kepentingan marketing, terciptalah e-Wom (Electronic Word of Mouth). e-WOM ini dapat dilihat dari ulasan si konsumen, komentar-komentar pada akun influencer setelah melakukan post brand. e-WOM yang baik akan meningkatkan kredibilitas pada brand, sehingga orang tertarik untuk membelinya.
Jenis-Jenis Influencer berdasarkan Jumlah Pengikut
Banyaknya follower menentukan rate card atau harga influencer dalam mempromosikan produk kamu. Maka dari itu, kamu harus mengetahui terlebih dulu jenis-jenis influencer yang sesuai dengan budget perusahaan, di antaranya:
- Mega Influencer
Memiliki lebih dari 1 juta pengikut. Mega influencer bisa mudah ditemukan karena dari kalangan artis pun banyak yang masuk pada kategori ini. Sayangnya, kamu harus mengeluarkan anggaran yang besar dalam satu kali post.
- Macro Influencer
Memiliki pengikut mulai dari 100 ribu hingga 1 jutaan pengikut. Macro Influencer juga berasal dari artis-artis yang baru merintis, tokoh atau pakar yang sudah memiliki massa. Engagement tetap ada walau tidak sekuat micro influencer. Tapi jangkauan lebih tinggi.
- Micro Influencer
Memiliki jumlah pengikut 10.000 hingga 100.000. Micro Influencer biasanya seseorang atau komunitas pada niche tertentu yang sudah memiliki massa. Mereka memilih niche tersebut dan memiliki kapabilitas sehingga pengikutnya sudah menaruh kepercayaan.
- Nano Influencer
Memiliki pengikut 1000 sampai 10.000 orang. Meskipun memiliki jangkauan yang kecil, nano influencer saling mengenal dan mampu membangun interaksi dengan pengikutnya. Selain itu, nano influencer pun memiliki harga yang relative murah bahkan bisa dibayar dengan produk saja.
Tips Memilih Influencer
- Lihat Follower dan Engagement Rate
Setelah melihat follower, kamu hitung engagement rate dari influencer tersebut. Agar lebih mudah kamu bisa menggunakan pilihan tools di bawah ini:
- Target Market Sesuai dengan Produk
Carilah influencer yang relevan dengan produk atau jasa kamu. Kamu bisa melihat persona influencer yang ditampilkan, berapa rentang usia followers-nya, kamu bisa melihat dari komentar-komentarnya, lokasi influencer, dan niche konten influencer tersebut. Jika sangat relevan dengan produk atau jasa kamu, penggunaan influencer ini bisa efektif karena followers-nya ada dalam target market.
- Waktu Kerjasama yang Cukup
Sebaiknya dalam bekerja sama dengan satu influencer tidak hanya 1 kali post. Untuk menambah kepercayaan dari pengikutnya kamu bisa melakukan lebih dari satu kali atau dalam kurun waktu tertentu kemudian lakukan evaluasi.
- Mampu Mengarahkan Pengikutnya
Influencer yang baik tentunya yang mengikuti brief dari kliennya tapi ia mampu dan mengerti karakter pengikutnya. Ia mampu membuat konten dari brief klien tersampaikan dengan benar.
- Evaluasi Hasil Promo dengan Influencer
Jika tujuan kamu menggunakan influencer adalah brand awareness. Kamu bisa menjadikan pertambahan followers sebagai KPI (Key Performance Indicator). Orang-orang yang follow ini menunjukkan sudah ada ketertarikan dengan produk/jasa. Tinggal kamu memberikan konten yang bisa menarik kemudian meyakini mereka untuk membeli. Jadi, sebelum bekerjasama dengan influencer catat followers media sosial, sales, persentase sales sebelum bekerjasama, kemudian bandingkan setelah bekerjasama. Evaluasi inidapat memperlihatkan apakah influencer tersebut cocok dengan brand kamu ataukah campaign-nya yang kurang tepat.
Meskipun kamu sudah menggunakan influencer yang tepat, kualitas produk tetaplah menjadi kunci nomor satu, agar konsumen tetap loyal atau melakukan pembelian/menggunakan jasa kamu kembali.