Salah satu tantangan terbesar dalam bisnis berjualan makanan online adalah bagaimana kamu bisa menciptakan imajinasi bagi para calon pembeli ketika mereka melihat deskripsi produk makanan yang kamu jual. Karena produk makanan yang kamu tawarkan ini tidak dapat langsung konsumen lihat dan rasakan, semua deskripsi terkait produkmu harus jelas dan—lebih baik lagi—mampu menarik minat beli konsumen.
Itulah mengapa, deskripsi produk memiliki peran yang tak kalah penting penting di samping foto produk yang harus jelas, menarik, dan menggugah selera. Deskripsi inilah yang dapat membawa calon konsumen seolah berada di sebuah meja makan dengan makanan tersebut terhidang di hadapan mereka. Agar dapat menuliskan deskripsi produk makanan yang tepat sekaligus menarik, ada 7 elemen penting yang perlu kamu sertakan di dalamnya. 7 elemen penting tersebut yaitu sebagai berikut.
[article_cta title=”Mulai Jualan Online dengan LummoSHOP!” description=”Dengan website toko online yang lengkap dan praktis, tidak ada lagi penghalang untuk optimalkan peluang pertumbuhan bisnismu.” primary_cta_text=”Mulai Sekarang” primary_cta_link=”https://web.lummoshop.com/login/?lp=blog-article-tips-menulis-deskripsi-produk-makanan-yang-menarik” secondary_cta_text=”Unduh LummoSHOP” secondary_cta_link=”https://link.lummoshop.com/JbIX6GoYfnb”][/article_cta]1. Bahan yang Digunakan
Cantumkan bahan-bahan makanan yang digunakan dalam pembuatan produk makanan tersebut sehingga calon pembeli dapat mengetahui jika ada bahan yang tidak cocok dengan seleranya atau berpotensi menimbulkan reaksi alergi pada tubuhnya. Ini juga dapat meminimalisir kemungkinan complain dari konsumen di kemudian hari.
Selain itu deskripsi bahan makanan juga akan membuat para calon pembeli bisa berimajinasi kira-kira akan seperti apa rasa yang dihasilkan pada makanan tersebut. Pastikan untuk tetap jujur mencantumkan bahan-bahan yang kamu gunakan untuk produkmu, ya!
2. Tekstur Makanan
Deskripsikan tekstur dengan baik dan sesuai kenyataan agar calon pembeli tidak salah berekspektasi. Mungkin kamu pernah mengalami membeli makanan yang tampak memiliki tekstur tertentu di foto tapi ternyata berbeda jauh dan tidak sesuai ekspektasi saat kamu mencobanya? Hindari melakukan hal itu karena kamu bisa membuat konsumen enggan repeat order atau membeli lagi produkmu.
3. Rasa Makanan
Setelah tekstur, tentu rasa juga penting untuk kamu deskripsikan. Tulis deskripsi rasa yang bisa menjadi dasar ekspektasi calon pembeli. Bukan hanya deskripsi umum dan kurang spesifik seperti enak, lezat, atau menggugah selera, tapi lebih dari itu. Kamu bisa deskripsikan hal-hal seperti apakah manis atau gurih, percampuran bumbu menghasilkan rasa tertentu, pedas atau tidak, dan deskripsi rasa lainnya. Sebab soal selera, tentu semua orang berbeda-beda dan kebanyakan ingin mendapatkan sesuai apa yang mereka mau.
4. Ukuran Makanan
Ukuran bisa berupa berat atau gramasi, ukuran kemasan, atau ukuran per sajiannya. Sekali lagi, pastikan kamu menuliskan dan menggambarkannya sesuai dengan kenyataan. Jangan sampai membuat calon pembeli berekspektasi akan ukuran besar karena foto produk yang close-up, padahal aslinya kecil. Pembelimu jelas akan kecewa terutama karena tidak ada penjelasan sebelumnya tentang hal itu. Maka jangan sampai melupakan elemen ini ketika menuliskan deskripsi produk makanan.
5. Manfaat atau Kelebihan Produk
Produkmu mungkin bukan satu-satunya yang menawarkan suatu jenis makanan. Bisa jadi ada sudah ada ratusan bahkan ribuan toko lain yang menjual makanan serupa. Maka dari itu, penting untuk menyertakan manfaat atau kelebihan dari makanan yang kamu tawarkan. Boleh jadi manfaat atau kelebihan yang kamu tawarkan itu belum banyak dimiliki produk lain.
6. Power Words
Apa kamu pernah seolah-olah turut merasakan rasa suatu makanan cuma gara-gara melihat kata ‘gurih dan creamy’ disertai foto yang menggugah selera? Meski terkesan ‘sekadar’ menggambarkan rasa, dua kata tersebut bisa dibilang memiliki kekuatan memberikan efek sensori pada yang membacanya. Inilah yang disebut dengan power words.
Power words adalah istilah untuk kata-kata ‘kuat’ yang biasa digunakan oleh para penulis wara atau copywriter. Penggunaan kata ‘power’ di sana mewakili besarnya efek emosional atau psikologis yang mungkin ditimbulkan olehnya. Tidak ada salahnya menambahkan satu-dua kalimat dengan power words di awal atau akhir deskripsi inti produk makananmu.
Ada beberapa jenis power words, yaitu sensory power words, emotional power words, dan seductive power words. Kesemuanya berfungsi sesuai namanya dalam hal mempengaruhi pembacanya. Kamu bisa menyesuaikan penggunaannya dengan produk yang kamu tawarkan. Di antara contoh power words yang bisa kamu gunakan untuk produk makananmu adalah lezat, luar biasa, gratis, wangi, khusus, terbatas, dan sebagainya. Kamu bisa menemukan banyak contoh power words lain dalam bahasa Indonesia ataupun bahasa lain dan menyesuaikannya dengan produkmu.
7. Informasi Pelengkap Lainnya
Informasi lain yang juga dapat membuat deskripsi produk makananmu lebih menarik dan mengundang minat beli adalah aspek-aspek yang lebih detail. Antara lain, informasi nilai gizi, sertifikasi halal MUI, dan kelulusan uji Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Bagi beberapa orang dan mungkin termasuk calon konsumenmu, hal-hal tersebut sangatlah krusial. Nilai gizi menjadi sangat penting bagi mereka yang sangat memperhatikan angka konsumsi gizi yang masuk ke dalam tubuh. Sertifikasi halal penting bagi konsumen Muslim. Kelengkapan informasi lainnya bisa kamu cari tahu lagi agar semakin lengkaplah deskripsi produk makananmu.
Pastinya selain 7 poin di atas, kamu bisa punya pertimbangan sendiri terkait apa yang harus kamu tambahkan di deskripsi produkmu. Perhatikan juga bahwa apa yang kamu tuliskan wajib mudah dipahami terutama oleh target market kamu. Itu adalah salah satu hal penting yang sama sekali tidak boleh kamu lewatkan. Jangan lupa terapkan pada produk makananmu, ya!