Kambing tergolong hewan yang mudah untuk diternak karena pakannya yang mudah ditemukan. Jika tertarik untuk usaha ternak kambing, kamu dapat memiliki untuk ternak kambing potong atau ternak kambing dwiguna yakni penghasil daging dan susu.
Langkah dan Tips Usaha Ternak Kambing
Meskipun ternak kambing tergolong mudah, kamu harus tahu ilmunya dulu sebelum mengeluarkan modal. Ada beberapa hal yang harus kamu ketahui sebelum ternak kambing, di antaranya:
- Memilih Bibit
Untuk ternak kambing pemilihan bibit jantan dan dewasa berbeda. Tidak hanya harus sehat, kriteria bibit yang harus ada pada jantan dan betina di antaranya:
-
- Kambing Jantan
- Memiliki 2 buah zakar yang berukuran sama besar dan kenyal
- Kondisi tubuh sehat, tidak cacat
- Bobot tubuh sesuai usia
- Bulu bersih dan mengkilap
- Gagah dan aktif
- Nafsu kawin tinggi dan mudah ereksi
- Kambing Betina
- Buah susu normal, halus kenyal dan tidak infeksi
- Kondisi tubuh sehat, tidak cacat
- Mempunyai sifat keibuan
- Bulu bersih dan mengkilat
- Kambing Jantan
- Mengenal Jenis-Jenis Kambing Ternak di Indonesia
Ada 5 jenis kambing yang sangat populer di Indonesia yang bisa dibudidayakan, diantaranya :
-
- Kambing Peranakan Etawa (PE)
Hampir sama dengan kambing etawa hanya saja kambing Peranakan Etawa ukurannya lebih kecil. Kambing Peranakan Etawa termasuk tipe ternak kambing dwiguna. Ciri-ciri dari kambing Peranakan Etawa di antaranya:
-
-
- Memiliki bulu yang panjang pada bagian paha
- Panjang telinga bisa mencapai 30 cm dan terkulai
- Bobot kambing jantan dewasa 40 kg sedangkan betina 35 kg dengan tinggi Pundak bisa mencapai 100cm
- Warna bulu coklat muda hingga hitam
-
-
- Kambing Kacang
Termasuk kambing yang mudah dirawat dan dijual. Kambing kacang termasuk ke jenis ternak kambing pedaging. Kambing kacang memiliki ciri-ciri sebagai berikut:
-
-
- Memiliki tiga warna putih, hitam, coklat atau campuran
- Memiliki bulu pendek kecuali pada dagu dan ekor
- Memiliki tanduk yang melengkung ke belakang,baik betina atau jantan
- Tinggi Pundak sekitar 55-60 cm
- Bobot betina dewasa 20 kg dan jantan 25 kg
-
-
- Kambing Muara
Termasuk ke dalam jenis kambing ternak dwiguna. Memiliki ciri-ciri sebagai berikut:
-
-
- Bobot kambing dewasa betina 49,4 kg dan jantan 68,3 kg.
- Memiliki variasi warna bulu ada yang coklat kemerahan, putih, hingga putih kehitaman
- Lincah dan tangkas
-
-
- Kambing Jawarandu
Kambing ini termasuk ke dalam ternak kambing perah. Memiliki ciri-ciri sebagai berikut:
-
-
- Hampir serupa dengan kambing kacang
- Bobot berat sekitar 40 kg
- Tanduk kecil terkulai
-
-
- Kambing Gembrong
Termasuk kedalam ternak kambing dwiguna yang memiliki ciri-ciri sebagai berikut:
-
-
- Ukurannya lebih besar dari kambing Kacang
- Berbulu panjang 15-25 cm,
- Populasinya sudah minim
- Warna tubuh dominan putih, cokelat mudah, coklat
- Bobot berat jantan dewasa 32-45 kg
-
- Mengatur Perkawinan
Kambing betina dan jantan dapat dikawinkan jika sudah terdapat tanda-tanda birahi. Umumnya terjadi sekitar 30 jam sedangkan siklusnya terjadi selama 17 hari. Kambing yang berahi akan gelisah, ekor digerak-gerakkan, untuk betina akan diam jika dinaiki oleh kambing jantan, dan nafsu makan berkurang. Berikut ketentuan untuk perkawinan:
-
- Kawinkan setelah 12-18 jam jika tanda birahi terlihat
- Kandang betina dan jantan disatukan
- Tidak boleh mengawinkan antar saudara, anak dengan bapak dan induk dengan dengan anak.
- Manajemen Pakan dan Air Minum
- Pakan
Kambing dapat diberi makan konsentrat dan hijauan. Dengan ketentuan 10% dari berat badan untuk pakan hijauan dan 0.5kg untuk pakan konsentrat.
-
-
- Kambing dewasa = 3 bagian rumput + 1 bagian daun
- Kambing yang akan dikawinkan= 3 bagian rumput + 2 bagian daun berprotein
- Kambing bunting = 3 bagian rumput + 3 bagian daun
-
Untuk hijauan dapat ditanam : rumput setaria, brachiria
Sumber tenaga energi : dedak padi, kulit dan daun singkong
Sumber protein : daun kacang tanah, daun kacang panjang, daun lamtoro
Sumber mineral : garam
-
- Minum
Diberikan terus menerus atau selalu ada, asalkan dengan air dan wadah bersih.
- Memilih Sistem Kandang
Sistem kandang untuk ternak kambing ada dua yaitu lantai dan berkolong. Sedangkan untuk konstruksinya, kandang kambing harus memiliki atap, dinding, lantai, kerangka, ruang kandang, dan tempat pakan.
-
- Atap: miring sekitar 30 derajat dan terbuat dari daun kelapa, daun tebu, ilalang.
- Dinding: terbuat dari bilah bambu, papan dan mampu menahan angin.
- Lantai: untuk lantai lemprak terbuat dari tanah yang dipadatkan, papan ataupun semen. Sedangkan lantai berkolong terbuat dari bilah bambu atau kayu dengan jarak antar bilang 1,5 cm.
- Ruang kandang: untuk jantan dewasa 1,2 x 1,2 m/ekor, betina 1×1,2 m/ekor, anak kambing 1×1,2 m per-ekor.
- Antisipasi Penyakit pada Kambing
-
- Cacingan : disebabkan oleh cacing pipih, gilig. Gejala yang terjadi kambing semakin kurus, nafsu makan berkurang, kotoran lembek dan mencret. Dapat diatasi dengan obat pabrikan valbanzen atau ivermectin.
- Kudis : disebabkan oleh parasit kulit. Gejala yang dialami berupa kulit merah, gatal, bulu rontok. Dapat diobati dengan suntik ivermectin.
Modal Ternak Kambing
- Bibit anak kambing gibas usia 3-6 bulan >> 2x Rp900.000 = Rp1.800.000
- Kandang kayu ukuran 2 x 2 meter = Rp3.000.000
- Pakan rumput bulanan = Rp1.000.000
- Suplemen vitamin dan obat cacing = Rp1.000.000
- Operasional = Rp1.000.000
Total estimasi modal awal ternak kambing : Rp7.800.000
Permintaan kambing di pasar masih tinggi. Jadi, jangan ragu untuk memulai bisnis ternak kambing. Mulai belajar ilmunya, tekun, dan serius menggarapnya, omset berlimpah.